Sabtu, 21 Juli 2012

Surga Merindukan Empat Golongan


Surga  Merindukan Empat Golongan

$ygƒr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä |=ÏGä. ãNà6øn=tæ ãP$uÅ_Á9$# $yJx. |=ÏGä. n?tã šúïÏ%©!$# `ÏB öNà6Î=ö7s% öNä3ª=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÑÌÈ
  
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
 kamu agar kamu bertakwa,

Saudaraku ……………………….
Puasa yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim telah memanggil kita untuk bersiap – siap  menyambut kedatangannya. Seluruh makluk Allah.SWT merasa senang dengan kedatangan Bulan Ramadhan sebab dalam bulan Ramadhan itu tertumpah seluruh kasih sayang Allah.SWT bagi para hamba – Nya. Sebab semua do'a  hamba – hamba - Nya akan dikabul dengan keagungan bulan Ramadhan.

Konon seluruh makluk Allah SWT, baik binatang maupun tumbuh -  tumbuhan semua memuji kebesaran – Nyaو memuji Allah.SWT dan memintakan ampunan bagi umat Muhammad, sebab hanya ummat Muhammad yang mendapatkan kemuliaan disisi Allah.SWT dengan datangnya bulan Ramadhan. Kemulian yang sangat banyak. yang dilimpahkan Allah, Namun demikian kita yang mendapatkan kehormatan itu malah pura – pura tidak tahu atau memang tidak tahu, bahkan kalaupun tahu sengaja tidak mau tahu. Sungguh luar biasa kesombongan manusia itu terhadap Tuhannya.

Dengan keagungan bulan  Ramadhan itu maka surgapun berhias untuk para hamba Allah.SWT yang taat beribadah kepada - Nya. Dan surga itu merindukan empat golongan dari manusia yang beriman sebagai mana sabda Rasulullah :

اَْاْجَنَّةُ مُشْتَا قَةٌ اِلى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْآنِ وَحَا فِظِ اللِّسَانِ وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ وَالصَّائِمِيْنَ فِى شَهْرِرَمَضَانَ

Surga itu merindukan empat golongan manusia yaitu : 
" mereka yang membaca al – qur’an, yang menjaga lisan, yang mau member makan kepada orang yang lapar, dan mereka yang berpuasa di bulan ramadhan ". ( Raunaqul Majaalis )

1.     1.  Orang Yang Senang Membaca Al – Qur’an

Saudaraku ……………………..
Alhamdulilah pada bulan Romadhan ini kita dengarkan baik di masjid – masjid, di surau – surau, di mushola – mushola, di langgar – langgar, bahkan di rumah – rumah semua membaca Al - Qur’an demi mendapatkan kemulian dan pahala yang dijanjikan oleh Allah.SWT.

Pada hari – hari biasa mungkin kita jarang untuk membuka Al - Qur’an kalau tidak dikatakan sama sekali, tetapi dengan datangnya bulan Ramadhan kita berlomba – lomba untuk membaca, belajar,  atau bahkan mengkhatamkan atau paling tidak kita ada upaya untuk membaca baik yang sedang belajar maupun yang sudah bisa.

Ini sangat baik untuk pembelajaran bagi kita agar kita jangan menganggap bahwa Al- Qur’an ini merupakan suatu yang disakralkan sehingga kita anggap sebagai jimat yang tidak boleh disentuh. Sehingga Al - Qur’an hanya dipajang atau disimpan ditempat yang aman. diatas pintu, atau almari, Padahal Al - Qur’an ini adalah petunjuk hidup yang harus kita pelajari dan kita pahami agar kita laksanakan isinya dalam kehidupan kita sehari – hari.

Sebab Al - Qur’an ini menyangkut masalah  “ Ibadah dan Muamalah “. Jadi siapapun manusianya yang bisa menjalankan Al - Qur’an walau mereka  bukan orang islam dan tidak shalat paling tidak dia akan mendapatkan kebahagiaan hidup didunia. Apalagi kita sebagai orang yang beriman yang menjalankan semua perintah Allah.SWT dan memahami serta menjalankan Al - Qur’an sebagai hudal mestinya kita harus lebih baik dari pada mereka yang tidak menggunakan Al - Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Tapi  kenyataannya masih banyak saudara kita yang lalai mereka beranggapan Al – Qur’an ini hanya mengatur hubungan ibadah dengan Allah. Sehingga mereka hanya memperbanyak ibadah magdhoh sementara mengabaikan ibadah Muamalah sesama manusia. Padahal ibadah yang berhubungan dengan ibadah magdhoh itu tidak lebih hanya 5 % dari seluruh isi Al – Qur’an.

Dengan membaca Al – Qur’an dan mengerti isinya kita akan semakin mantap dalam keimanan sehingga kita tidak akan ragu dengan janji Allah yang telah ditetapkan untuk orang – orang yang beriman, sehingga diharapkan kita akan semakin naik dalam ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

2.      2. Orang Yang Menjaga Lisan

Saudaraku ………………………….
Yang kedua surga merindukan orang yang mampu menjaga lisannya. Lisan ini kecil bentuknya tidak bertulang tetapi akibat yang ditimbulkannya sangat luar biasa tajamnya lebih tajam dari pada pisau manapun di dunia ini, sehingga kalau melukai orang idak akan ada obat yang mampu menyembuhkannya kecuali dengan meminta maaf  kepada orang yang terluka dengan lisan kita. Oleh karena itu dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan ini mari kita menjaga lisan kita dengan melatih untuk berbicara yang baik – baik saja apalagi dengan memperbanyak membaca dan mempelajari Al – Qur’an. Dengan lisan selamatlah kita dan dengan lisan pula akan menghancurkan kita. Maka kita harus pandai – pandai memelihara lisan ini sebab semua masalah bersumber dari lisan.

Sumber dari semua itu adalah nafsu yang tidak dapat dikendalikan, padahal dalam bulan Romadhon ini semua setan telah diikat oleh Allah dan tidak akan mengganggu manusia. Tetapi pada kenyataannya masih banyak manusia yang berbuat menyimpang mengumbar keangkara murkaannya. Semua itu bersumber dari nafsu manusia itu sendiri. Dengan demikian berarti nafsu itu lebih kuat dari pada setan dalam menggoda dan berbuat aniaya.

Saudaraku ……………………
Karena bahayanya nafsu yang sangat besar maka tatkala rasulullah baru pulang dari perang badar beliau bersabdha :

“ Kita baru pulang dari perang kecil “

Mendengar itu para sahabat jadi bingung dan bertanya :

 “ Apakah masih ada perang yang lebih besar dari pada perang ini ( Perang Badar ) ya Rasulullah “

“ ada yaitu perang melawan hawa nafsu “

Dengan sabda Rasullah itu ternyata nafsu itu lebih besar pengaruhnya dari pada bujuk rayu setan. Nafsu seorang manusia yang mempunyai kekuasaan ( Pemimpin ) dapat menimbulkan perang dan pertumpahan darah dan kesengsaraan bagi seluruh rakyatnya. 
Dengan berpuasa di bulan Romadhon diharapkan kita dapat mengendalikan nafsu sehingga kita akan terselamtkan dari perbuatan – perbuatan yang tidak terpuji, sehingga kita akan mampu meningkatkan kwalitas puasa kita bukan hanya sekedar puasa menahan lapar dan haus tetapi akan menjadi puasa yang dapat mengendalikan nafsu – nafsu rendah pada diri kita.

Saudaraku ………………………
Lisan yang kecil bentuknya tapi biasa membuat manusia terluka yang menimbulkan bekas dan tidak akan hilang sampai ajalnya. Maka ada pepatah :

“ fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan “. 

Fitnah karena lisan itu akan menimbulkan permusuhan yang panjang dan bahkan bisa saling bunuh – bunuhan dan dendam yang tiada putus. Siapa yang mampu menjaga lisannya maka dia akan selamat dalam pergaulannya. Sebab semua masalah bermuara dari lisan yang tidak terkendali. Maka hati- hatilah dengan lisan kita yang kecil ini.

3.      3. Orang Yang Memberi Makan Orang Lapar

Saudaraku ………………………….
Pada bulan yang penuh berkah ini kita juga  berlomba – lomba untuk memberikan sodakoh, infaq, dan zakat. Baik itu berupa makanan maupun santunan untuk pakir miskin, yatim piatu maupun mengeluarkan untuk takzil di masjid masjid. Sebab dengan kita menginfaqkan sebagian harta kita, kita juga mendapatkan pahala sebesar orang yang sedang berpuasa. Sungguh luar biasa Allah memberikan balasan bagi para hamabanya setiap amal ibadah  mendapat nilai ibadah yang sangat tinggi. Mereka rela dengan suka rela mengeluarkan sebagian rezekinya untuk memberikan makan dan minum kepada para musafir yang singgah di masjid – masjid yang mengharap keridhoan Allah.

 Dan sekarang ini banyak kita lihat di setiap masjid sudah banyak kita temukan yang memberikan pelayanan dalam memberikan takzil / makan dan minum bagi para muslim yang singgah di masjid untuk berbuka puasa dan shalat.

Dengan infaq ini juga memberikan pelajaran bagi kita agar kita tidak pelit dengan harta yang kita miliki bahwa dibalik harta yang kita miliki itu masih ada hak – hak orang lain yang membutuhkan baik mereka meminta ataupun tidak meminta. Sehingga dengan infaq itu memberikan rasa aman kepada lingkungan dan memberikan rasa kasih sayang kepada sesama.

4.      4. Orang Yang berpuasa di Bulan Ramadhan

Dan yang terakhir surga adalah merindukan orang – orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa ini mempunyai nilai yang sangat tinggi dihadapan Allah sebab, puasa itu hanya untuk Allah sementara ibadah selain puasa untuk diri kita sendiri.

Rasulullah bersabda :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّالصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِىْ بِهِ

“ Semua amal perbuatan anak adam itu untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa itu untuk – Ku dan Aku sendiri yang membalas “

Oleh karena itu diharapkan akhir dari perjalanan puasa adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa.
Untuk mewujudkan menjadi orang yang bertaqwa ini ternyata tidak mudah sebab kita masih diliputi dan diselubungi nafsu yang kotor sehingga untuk membersihkannya  harus dengan berpuasa. Puasa ini akan menggiring kita menjadi manusia yang lembut bila puasa kita tidak sekedar menahan lapar dan dahaga, tidak sekedar memindah makan dari siang ke malam.

Rasulullah bersabda :
كَم مِنْ صَا ئِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَا مِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَالْعَطْشُ

“ Berapa banyak orang yang berpuasa , hasil puasanya hanya lapar dan dahaga “

Yang nota bene malah menambah anggaran untuk makanan yang lebih enak. Mestinya puasa itu mengurangi konsumsi dari yang biasa kita makan agar kita dapat merasakan perubahan yang nyata. Sebab bila kita puasa dengan benar maka kita akan merasakan datangnya malam lailatul qodar, yaitu cahaya yang membimbing kita kepada ketaqwaan.

Demikianlah barang kali sedikit untuk mengingatkan kita agar dalam menjalani puasa ini kita akan semakin merasakan kasih sayang Allah. Semoga puasa kita tahun ini akan lebih baik dari pada tahun yang lalu. Sehingga kita menjadi salah satu dari golongan manusia yang dirindukan surge.

Wassalamua’laikum.wr.wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar