Sabtu, 21 Juli 2012

Surga Merindukan Empat Golongan


Surga  Merindukan Empat Golongan

$ygƒr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä |=ÏGä. ãNà6øn=tæ ãP$uÅ_Á9$# $yJx. |=ÏGä. n?tã šúïÏ%©!$# `ÏB öNà6Î=ö7s% öNä3ª=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÑÌÈ
  
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
 kamu agar kamu bertakwa,

Saudaraku ……………………….
Puasa yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim telah memanggil kita untuk bersiap – siap  menyambut kedatangannya. Seluruh makluk Allah.SWT merasa senang dengan kedatangan Bulan Ramadhan sebab dalam bulan Ramadhan itu tertumpah seluruh kasih sayang Allah.SWT bagi para hamba – Nya. Sebab semua do'a  hamba – hamba - Nya akan dikabul dengan keagungan bulan Ramadhan.

Konon seluruh makluk Allah SWT, baik binatang maupun tumbuh -  tumbuhan semua memuji kebesaran – Nyaو memuji Allah.SWT dan memintakan ampunan bagi umat Muhammad, sebab hanya ummat Muhammad yang mendapatkan kemuliaan disisi Allah.SWT dengan datangnya bulan Ramadhan. Kemulian yang sangat banyak. yang dilimpahkan Allah, Namun demikian kita yang mendapatkan kehormatan itu malah pura – pura tidak tahu atau memang tidak tahu, bahkan kalaupun tahu sengaja tidak mau tahu. Sungguh luar biasa kesombongan manusia itu terhadap Tuhannya.

Dengan keagungan bulan  Ramadhan itu maka surgapun berhias untuk para hamba Allah.SWT yang taat beribadah kepada - Nya. Dan surga itu merindukan empat golongan dari manusia yang beriman sebagai mana sabda Rasulullah :

اَْاْجَنَّةُ مُشْتَا قَةٌ اِلى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْآنِ وَحَا فِظِ اللِّسَانِ وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ وَالصَّائِمِيْنَ فِى شَهْرِرَمَضَانَ

Surga itu merindukan empat golongan manusia yaitu : 
" mereka yang membaca al – qur’an, yang menjaga lisan, yang mau member makan kepada orang yang lapar, dan mereka yang berpuasa di bulan ramadhan ". ( Raunaqul Majaalis )

1.     1.  Orang Yang Senang Membaca Al – Qur’an

Saudaraku ……………………..
Alhamdulilah pada bulan Romadhan ini kita dengarkan baik di masjid – masjid, di surau – surau, di mushola – mushola, di langgar – langgar, bahkan di rumah – rumah semua membaca Al - Qur’an demi mendapatkan kemulian dan pahala yang dijanjikan oleh Allah.SWT.

Pada hari – hari biasa mungkin kita jarang untuk membuka Al - Qur’an kalau tidak dikatakan sama sekali, tetapi dengan datangnya bulan Ramadhan kita berlomba – lomba untuk membaca, belajar,  atau bahkan mengkhatamkan atau paling tidak kita ada upaya untuk membaca baik yang sedang belajar maupun yang sudah bisa.

Ini sangat baik untuk pembelajaran bagi kita agar kita jangan menganggap bahwa Al- Qur’an ini merupakan suatu yang disakralkan sehingga kita anggap sebagai jimat yang tidak boleh disentuh. Sehingga Al - Qur’an hanya dipajang atau disimpan ditempat yang aman. diatas pintu, atau almari, Padahal Al - Qur’an ini adalah petunjuk hidup yang harus kita pelajari dan kita pahami agar kita laksanakan isinya dalam kehidupan kita sehari – hari.

Sebab Al - Qur’an ini menyangkut masalah  “ Ibadah dan Muamalah “. Jadi siapapun manusianya yang bisa menjalankan Al - Qur’an walau mereka  bukan orang islam dan tidak shalat paling tidak dia akan mendapatkan kebahagiaan hidup didunia. Apalagi kita sebagai orang yang beriman yang menjalankan semua perintah Allah.SWT dan memahami serta menjalankan Al - Qur’an sebagai hudal mestinya kita harus lebih baik dari pada mereka yang tidak menggunakan Al - Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Tapi  kenyataannya masih banyak saudara kita yang lalai mereka beranggapan Al – Qur’an ini hanya mengatur hubungan ibadah dengan Allah. Sehingga mereka hanya memperbanyak ibadah magdhoh sementara mengabaikan ibadah Muamalah sesama manusia. Padahal ibadah yang berhubungan dengan ibadah magdhoh itu tidak lebih hanya 5 % dari seluruh isi Al – Qur’an.

Dengan membaca Al – Qur’an dan mengerti isinya kita akan semakin mantap dalam keimanan sehingga kita tidak akan ragu dengan janji Allah yang telah ditetapkan untuk orang – orang yang beriman, sehingga diharapkan kita akan semakin naik dalam ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

2.      2. Orang Yang Menjaga Lisan

Saudaraku ………………………….
Yang kedua surga merindukan orang yang mampu menjaga lisannya. Lisan ini kecil bentuknya tidak bertulang tetapi akibat yang ditimbulkannya sangat luar biasa tajamnya lebih tajam dari pada pisau manapun di dunia ini, sehingga kalau melukai orang idak akan ada obat yang mampu menyembuhkannya kecuali dengan meminta maaf  kepada orang yang terluka dengan lisan kita. Oleh karena itu dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan ini mari kita menjaga lisan kita dengan melatih untuk berbicara yang baik – baik saja apalagi dengan memperbanyak membaca dan mempelajari Al – Qur’an. Dengan lisan selamatlah kita dan dengan lisan pula akan menghancurkan kita. Maka kita harus pandai – pandai memelihara lisan ini sebab semua masalah bersumber dari lisan.

Sumber dari semua itu adalah nafsu yang tidak dapat dikendalikan, padahal dalam bulan Romadhon ini semua setan telah diikat oleh Allah dan tidak akan mengganggu manusia. Tetapi pada kenyataannya masih banyak manusia yang berbuat menyimpang mengumbar keangkara murkaannya. Semua itu bersumber dari nafsu manusia itu sendiri. Dengan demikian berarti nafsu itu lebih kuat dari pada setan dalam menggoda dan berbuat aniaya.

Saudaraku ……………………
Karena bahayanya nafsu yang sangat besar maka tatkala rasulullah baru pulang dari perang badar beliau bersabdha :

“ Kita baru pulang dari perang kecil “

Mendengar itu para sahabat jadi bingung dan bertanya :

 “ Apakah masih ada perang yang lebih besar dari pada perang ini ( Perang Badar ) ya Rasulullah “

“ ada yaitu perang melawan hawa nafsu “

Dengan sabda Rasullah itu ternyata nafsu itu lebih besar pengaruhnya dari pada bujuk rayu setan. Nafsu seorang manusia yang mempunyai kekuasaan ( Pemimpin ) dapat menimbulkan perang dan pertumpahan darah dan kesengsaraan bagi seluruh rakyatnya. 
Dengan berpuasa di bulan Romadhon diharapkan kita dapat mengendalikan nafsu sehingga kita akan terselamtkan dari perbuatan – perbuatan yang tidak terpuji, sehingga kita akan mampu meningkatkan kwalitas puasa kita bukan hanya sekedar puasa menahan lapar dan haus tetapi akan menjadi puasa yang dapat mengendalikan nafsu – nafsu rendah pada diri kita.

Saudaraku ………………………
Lisan yang kecil bentuknya tapi biasa membuat manusia terluka yang menimbulkan bekas dan tidak akan hilang sampai ajalnya. Maka ada pepatah :

“ fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan “. 

Fitnah karena lisan itu akan menimbulkan permusuhan yang panjang dan bahkan bisa saling bunuh – bunuhan dan dendam yang tiada putus. Siapa yang mampu menjaga lisannya maka dia akan selamat dalam pergaulannya. Sebab semua masalah bermuara dari lisan yang tidak terkendali. Maka hati- hatilah dengan lisan kita yang kecil ini.

3.      3. Orang Yang Memberi Makan Orang Lapar

Saudaraku ………………………….
Pada bulan yang penuh berkah ini kita juga  berlomba – lomba untuk memberikan sodakoh, infaq, dan zakat. Baik itu berupa makanan maupun santunan untuk pakir miskin, yatim piatu maupun mengeluarkan untuk takzil di masjid masjid. Sebab dengan kita menginfaqkan sebagian harta kita, kita juga mendapatkan pahala sebesar orang yang sedang berpuasa. Sungguh luar biasa Allah memberikan balasan bagi para hamabanya setiap amal ibadah  mendapat nilai ibadah yang sangat tinggi. Mereka rela dengan suka rela mengeluarkan sebagian rezekinya untuk memberikan makan dan minum kepada para musafir yang singgah di masjid – masjid yang mengharap keridhoan Allah.

 Dan sekarang ini banyak kita lihat di setiap masjid sudah banyak kita temukan yang memberikan pelayanan dalam memberikan takzil / makan dan minum bagi para muslim yang singgah di masjid untuk berbuka puasa dan shalat.

Dengan infaq ini juga memberikan pelajaran bagi kita agar kita tidak pelit dengan harta yang kita miliki bahwa dibalik harta yang kita miliki itu masih ada hak – hak orang lain yang membutuhkan baik mereka meminta ataupun tidak meminta. Sehingga dengan infaq itu memberikan rasa aman kepada lingkungan dan memberikan rasa kasih sayang kepada sesama.

4.      4. Orang Yang berpuasa di Bulan Ramadhan

Dan yang terakhir surga adalah merindukan orang – orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa ini mempunyai nilai yang sangat tinggi dihadapan Allah sebab, puasa itu hanya untuk Allah sementara ibadah selain puasa untuk diri kita sendiri.

Rasulullah bersabda :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّالصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِىْ بِهِ

“ Semua amal perbuatan anak adam itu untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa itu untuk – Ku dan Aku sendiri yang membalas “

Oleh karena itu diharapkan akhir dari perjalanan puasa adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa.
Untuk mewujudkan menjadi orang yang bertaqwa ini ternyata tidak mudah sebab kita masih diliputi dan diselubungi nafsu yang kotor sehingga untuk membersihkannya  harus dengan berpuasa. Puasa ini akan menggiring kita menjadi manusia yang lembut bila puasa kita tidak sekedar menahan lapar dan dahaga, tidak sekedar memindah makan dari siang ke malam.

Rasulullah bersabda :
كَم مِنْ صَا ئِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَا مِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَالْعَطْشُ

“ Berapa banyak orang yang berpuasa , hasil puasanya hanya lapar dan dahaga “

Yang nota bene malah menambah anggaran untuk makanan yang lebih enak. Mestinya puasa itu mengurangi konsumsi dari yang biasa kita makan agar kita dapat merasakan perubahan yang nyata. Sebab bila kita puasa dengan benar maka kita akan merasakan datangnya malam lailatul qodar, yaitu cahaya yang membimbing kita kepada ketaqwaan.

Demikianlah barang kali sedikit untuk mengingatkan kita agar dalam menjalani puasa ini kita akan semakin merasakan kasih sayang Allah. Semoga puasa kita tahun ini akan lebih baik dari pada tahun yang lalu. Sehingga kita menjadi salah satu dari golongan manusia yang dirindukan surge.

Wassalamua’laikum.wr.wb.

Jumat, 20 Juli 2012

Padang Arafah Yang Mengesankan


PADANG ARAFAH

Padang Arafah padang pasir yang terletak 25 km sebelah timur kota Mekah, sekarang sudah ditanami pohon – pohon yang cukup tinggi dan tumbuh cukup subur dengan pengariran buatan dipasang selang disetiap pohonnya. Padang Arafah dikeliling bukit – bukit yang cukup tinggi berbentuk setengah lingkaran. Disini dipasang ribuan tenda untuk menampung seluruh jama’ah haji yang akan melakukan wukuf sebelum melanjutkan perjalanan ke Muzalifah.

Padang Arafah ini merupakan tempat syahnya haji, maka semua jamaah haji pada menjelang tanggal 9 Zulhijah harus melakukan wukuf di Padang Arafah, sejak tergelincir matahari pada tangal 9 Zulhijah sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah, jika tidak melakukan wukuf pada tanggal tersebut maka hajinya tidak syah. Tidak perduli orang sakit baik yang sakit ringan maupun yang sakit berat semua harus dibawa ke Padang Arafah ini, entah itu dengan di gotong atau dengan mobil / ambulance dan lain sebagainya yang penting pada hari itu mereka harus bisa datang ke Padang Arafah. 

Di Padang Arafah inilah do’a kita akan dikobul dan diijabah oleh Allah di mana Nabi bersabda :

“ Do’a yang paling abdol adalah do’a di Padang Arafah “

Di Padang Arafah ini saya mempunyai cerita yang mengesankan sebagai berikut :

Kami berangkat ke Padang Arafah, dari Maktab ba’dha ashar, sampai di Padang Arafah menjelang Magrib, di Padang Arafah ini aku membatin padang seluas ini yang ada hanya hamparan pasir dan bukit batu.

“ apa ada  seekor  jangkrik ya “ ?.

Sehabis shalat magrib saya mendengar suara jangkrik yang keras sekali, saya keluar tenda untuk mencari datangnya suara. Saat aku sedang mencari suara jangkrik aku bertemu dengan beberapa kawan dan bertanya :

“ suara jangkrik datang dari mana ya pa “ ?
   
“ lha itu ada di tiang tenda pa “.  kata salah seorang dari mereka.

Masyaallah, Subhanallah,  aku memuji kebesaran – Nya. Aku menitikkan air mata ternyata Allah telah menunjukkan Kekuasaan – Nya, dengan menunjukkan ada jangkrik seperti apa yang aku batin dalam hati. Jangkrik itu berada dalam tiang tenda besi yang kelihatan hanya sungutnya saja. ini jangkrik sungguh luar biasa aku lihat sungut jangkrik yang sebesar lidi warna hitam dan panjang. Saya berguman berapa besar jangkriknya kalau sungutnya saja sebesar ini. Aku ingin mengelus sungut jangkrik itu dan teman serombongan berkata mengingatkan aku :

“ biarkan saja  jangan diambil pa “ .

“ O ya “.

Dalam hati saya berkata ; “ saya juga tahu saya dalam keadaan ikrom “ . 

“ saya Cuma ingin mengelus sungutnya saja kok pak “. 

Aku mengelus sungut jangkrik dengan ujung jari tangan kananku jangkrik itu ternyata tidak berhenti mengerik bahkan tambah keras dan tidak lari. Padahal kalau jangkrik semestinya harus lari dan berhenti. Maka aku menitikkan air mata dan memuji kebesarn - Nya berkali – kali.

Adzan Shalat isya berkumandang saya melaksanakan shalat isya berjama’ah ditenda. Selesai shalat isya saya keluar mencari makan dan minum. Menjelang tengah malam saya keluar dan shalat tahajut di masjid yang telah disiapkan untuk para jama’ah. Selesai shalat saya melakukan zikir dan berdo’a saat saya zikir zaya mencium bau wangi seperti bau wangi minyak Hajar Aswat yang pernah saya cium saat saya mencium Batu Hajar Aswat. Saya mengendus – endus mencari sumber bau wangi tersebut tapi tidak aku temukan, bau itu semakin tercium sangat wangi. Dengan tidak sengaja aku mengelus rambut kepalaku, kemudian aku mencium tanganku ternyata tanganku bau wangi seperti bau wangi minyak Hajar Aswat, yang aku cium, aku merasa heran dan berfikir ada apa ini ? :

“ jangan – jangan saya besuk mati saat mau lempar jumroh “.

Saya berdo’a ya Allah jangan engkau cabut nyawaku dulu aku masih punya anak yang masih kecil dan dalam hati aku berkata ya Allah mengapa seanadinya aku mati anak – anakku tidak dapat melihat jasad bapaknya. Jangan engkau cabut dulu nyawaku ya Allah “. Aku kemudian meninggalkan masjid itu dan kembali ke kemah untuk tidur. Di kemah ternyata aku tidak bisa tidur  pikiranku melayang ga tahu kemana yang jelas aku memikirkan bau wangi di kepalaku. Pertanda apa itu sebenarnya semoga saja pertanda baik bagi ku.

Siang harinya aku bersama rombongan berjiarah ke bukit “ Jabal rahmah “. Bukit Jabal Rahmah ini letaknya tidak jauh dari Padang Arafah, maksudnya masih dilingkungan Padang Arafah juga, tidak jauh dari tempat kemah rombonganku. Bukit Jabal Rahmah ini tempat bertemunya Nabi Adam dan Ibu Hawa setelah berpisah selama 200 tahun sebab diusir oleh Allah dari surga, sebab melanggar larangan Allah memakan buah “ Kuldi “. Nabi Adam di turunkan di India dan Hawa di Iraq. Keduanya saling mencari dan bertemulah setelah kurun waktu 200 th di bukit Jabal Rahmah tersebut. Kemudian mereka menetap di situ dan berkembang biak.

Dibukit Jabal Rahmah ini aku merasakan kesadaran timbul rasa kasih sayang sama istriku dan aku berdo’a semoga diberikan kelanggengan dalam rumahtanga sampai akhir hayat. Disini saya dan istri sempat foto bersama unta yang dihias dengan ronce seperti kuda ronggeng di Sumedang.

Sehabis ba’dha shalat isya kami siap – siap akan melanjutkan perjalanan ke Muzalifah untuk mengambil batu sebagai bekal  lempar jummroh esok harinya. 

MENUJU HIDUP INSAN KAMIL

Pembukaan



Assalamua’laikum Wr Wb


Atas nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Buku ini adalah buku kita bersama, dibuat dalam keadaan bersama. Apabila di dalamnya ada penolakan dan penerimaan kita kembalikan pada kita bersama. Karena penolakan dan penerimaan dari kita bersama. Adapun setelah mengerti, itu berarti kita sepakat untuk memahami dan adapun yang belum memahami, telitilah karena kita masih dalam keadaan bersama. Kesalahan adalah wajar kebenaran adalah kebersamaan

Kita berusaha untuk tidak berdebat, karena debat adalah penghambat. Kita salah adalah kerabat kita benar karena mufakat. Kami mohon maaf atas keadaan ini. Semoga Allah membimbing kita bersama ke jalan kebenaran-Nya.





Kroya  Cirebon , 1 Januari 2009


  Wassalamua’laikum Wr Wb




       AGUS SANTOSO















MEMBUKA KENYATAAN HIDUP INSAN KAMIL


Bismillahirrohmanirrohim.

Aku berniat menyatakan hidupku yang sempurna, hidup yang sudah berpengertian Allah. Terang sempurna dalam pengertianku, aku nyata dari Allah dan selamanya bersama Allah. Aku tidak menutupi hidupku :
“ Sesungguhnya aku tidak berpisah dengan Allah ( Menjaga Tauhidku  dalam keesaan Allah ) – dan aku junjung martabatku , yang tidak berpisah dengan Baginda Muhammad yang menjadi junjunganku. Selamanya beserta junjunganku , menjalin rasa dengan junjunganku , mengikuti kenyataan junjunganku sebagai Rasulullah “.

Aku awali dalam pengertianku , menyatakan asalku “ Aku berasal dari Allah dan selamanya hidup bersama Allah. Sekembalinya aku menjalani kenyataan , dan aku kembali keapada Allah , tanpa ada halangan dari godaan prasangkaku.

“ Ana inza dzonna a’bdi wa ana maa’hu  izaazakaronii, fain zakaronii nafsihi zakartuhu fii nafsii “

“ Aku ( Allah ) menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku , dan Aku bersamanya apabila ingat kepada-Ku.
Jika ia ingat kepada-Ku dalam dirinya maka Aku nmengingatnya dalam diri-Ku”

( Hadits Qudsi Riwayat Bukhari )


Dengan keinginan Allah yang ingin dikenali. Aku menyatakan Kesucia-Nya atas penciptaanku. Aku menyatakan rahasia kejadianku :

“ Kuntu khojiinatan khofiyatan ahbabtu an u’rofa fakholaqtu alkholqo fataa’rroftu ilathim faa’ro fuunii “

“ Aku ( Allah ) adalah perbendaharaan yang tersembunyi ( Ghoib ). Aku ingin memperkenalkan siapa Aku,
maka Aku ciptakan makluk.Oleh karena itu Aku memperkenalkan diri-Ku kepada mereka.
Maka mereka mengenal Aku. “

( Hadits Qudsi )





ALLAH YANG MAHA SUCI TERANG DENGAN KEINGINANNYA.

( Membuka dengan Nur- Nya )


NURRULLAH

( Melaksanakan , Turun Cipta , Mencipta )


NUR MUHAMMAD

( Mengisi , Turun Rasa , Merasai )


NUR ADAM

( Bergerak , Turun Karsa , Menginginkan )


NUR MANI

( Menyatu , Dalam Cipta , Rasa dan Keinginan , Menjadi )


MANUSIA SEMPURNA

( Hidup Sempurna membawa wujudku, menjalani kenyataaan Cipta, Rasa , Kasa Allah )


Segala puji bagi Allah , yang telah menciptakan aku dengan kesucian-Nya. Untuk bersyukur kepada keinginan suci-Nya , aku menjaga kesucianku. Karena sesungguhnya Nur Mani itu berasal dari tempat yang suci ( Qudus ) , dan dengan af’al-Nya menyatukan anasir penciptaan-Nya berwujud menjadi mani, seketika itu dengan segala pernyataan-Nya , Allah mewujudkan Baitul Muqoddas. Yang sebagai tempat kesucian-Nya yang diakui dan seluruh hamba-Nya.

Sudah menjadi kenyataan hidupku , mani yang suci akan berpindah pada tempat yang suci / bumi suci ( Rahim Ibu ), ketika ada rasa suci yang mengutus dalam diriku ( Rasa Birahi ) . bertemu unsur lelaki ( Sperma ) dan perempuan ( Ovum ) . tidak ada goda seketika itu nyata dalam kenyataan suci. Asal dari tempat suci dan akan kembali kepada yang Maha Suci. Semua sudah menjadi kenyataan Fitrahku, lahir sebagai Insal Kamil.

Sebagai insan kamil yang mendapat cinta Allah , kurestui anak keturunanku. Nyata keturunanku suci bersama Allah mendapat haknya dari pernyataan Allah Yang Maha Suci.

RAHASIA PERWUJUDAN BADAN MENUJU INSANE KAMIL
KETIKA DI BUMI SUCI ( RAHIM IBU )

Aku menyadari ketika aku di bumi suci ( rahim ibu ) aku mendapat cipta , rasa , karsa dari Allah. Bertahta menjadi badan sempurna :

•    ketika aku berumur 40 hari , aku masih berwujud mani , bertahta dalam permulaan badanku. Dengan restu Yang Maha Suci , maniku menggumpal menjadi titik ( o ) , pertanda adanya hidup yang dihidupi Dzatullah.                                     

•    Ketika aku berumur 80 hari , aku bergerak membungkus maniku , bertahta dalam perlindungan badanku. Dengan restu Yang Maha Mulia , maniku membentuk huruf Mim (  م  ) , pertanda adanya sifat yang di sifati oleh Sifatullah

•    Ketika aku berumur 120 hari , aku menumbuhkan badanku , bertahta dalam tujuan badanku. Dengan restu Yang Maha Menyertai , maniku membentuk huruf  Alif    ( ا ), pertanda adanya asma yang diasmai oleh Yang Maha Menyertai   ( Asmatullah ).

•    Ketika aku berumur 140 hari , aku menyambung menjadi wujud yang terpelihara , bertahta dalam menguatkan badanku. Dengan restu Yang Maha Kuat , maniku membentuk huruf  Dal ( د ) , pertanda adanya af’al ( perbuatan ) yang di af’ali oleh Af’alullah.

•    Ketika aku berumur 270 hari , aku tidak kukurangan , membuka pintu salam menjalani kenyataan , bertahta dalam sampurnanya badanku. Dengan restu Yang Maha Mengenali , aku hidup mengenali Allah. Badanku dari kepala sampai kaki membentuk huruf  : Mim , Ha , Mim , Dal  ( محمد ) . pertanda adanya perjalanan hidup dari af,al – asma – sifat – kembali pada Dzat, sampurnalah badanku menerima Kodrat Irodat Insan Kamil.

Aku harus teguh membawa badan , menjaga cipta , rasa , karsa , Allah. Dan aku tidak mendustai kenyataan-Nya. Dia menciptakan aku untuk mengenali-Nya. Nyata atas martabat badanku , ya titik , ya mim , ya alif , ya dal.

                    .        م        ا        د



NYATA ATAS MARTABAT BADANKU :


•    Titik , bertempat pada kemaluan. Adalah pencarianku menuju Baitul Muqoddas atas perjuanganku , aku menjaga kesucianku ( kemaluanku ) untuk memulai pencarianku , aku tidak kesamaran , bahwa Allah dan Muhammad ada bersamaku.


•    Mim, bertempat pada kepala , adalah pencarianku menuju Baitul Makmur atas semangatku , aku menjaga apa yang ada di dalam kepalaku untuk membangkitkan pencarianku , aku membersihkan apa yang ada dalam kepalaku untuk mengikuti Muhammad yang terpuji dalam menjalin rasa terpuji.

•    Alif , di jaga tangan , bertempat di dada , dilipat dan disamarkan menjadi huruf       ( ا ) , adalah tempat pencarianku untuk menuju Baitul Muharram atas kepercayaanku , aku menjag apa yang ada di dalam dadaku untuk menemukan pencarianku , aku membersihkan apa yang ada di dalam dadaku , untuk mencari alif dalam kenyataanku.


•    Dal , bertempat di kaki, adalah sarana pencarianku menuju Baitul Muqoddas , Baitul Makmur , dan Baitul Muharram dalam mencari Allah Yang Maha Tunggal , berkumpul menjadi satu dalam kenyataan insane kamil





RAHASIA PENYATUAN DHOHIR BATIN DAN MENERIMA PINTU KELUAR MASUK HAWA.
( LUBANG SEMBILAN KETIKA DI BUMI SUCI / RAHIM )


Aku bersaksi , aku ciptaan Allah , sampurna menyatunya dhohir batinku dengan jalan sembilan yang sebagai penyambungnya adalah sebagai berikut :


•    Ketika aku berumur satu bulan , aku diberi hidup oleh Allah untuk menerima sifat ( Bakal menjadi rongga mulut )

•    Ketika aku berumur dua bulan , aku diberi warna dhohir – batin oleh Allah untuk menerima sifat ( Bakal menjadi lubang hidung kanan )

•    Ketika aku berumur tiga bulan , aku diberi akal oleh Allah untuk mengenali jodoh alam , rezeki alam , sebab akibat alam , dan mati kembalinya alam , hal - hal untuk menerima sifat  ( bakal menjadi rongga mata kanan )

•    Ketika aku berumur lima bulan , aku diberi otot oleh Allah untuk menerima sifat  ( bakal menjadi rongga mata kiri )

•    Ketika aku berumur enam bulan , aku diberi tulang oleh Allah untuk menerima sifat ( bakal menjadi lubang telinga kanan )

•    Ketika aku berumur tujuh bulan ,aku diberi rambut , kuku , darah, daging oleh Allah untuk menerima sifat ( bakal  menjadi lubang telinga kiri )

•    Ketika aku berumur delapan bulan , aku disambungkan dengan saudara empat kelima puser oleh Allah untuk menerima sifat  ( bakal menjadi lubang anus / dubur )

•    Ketika aku berumur sembilan bulan , aku diberi cipta , rasa , karsa oleh Allah , untuk menerima sifat bakal menjadi lubang kemaluan ( jalan depan ). Setelah itu diatur dalam singgasana hidupku untuk menjaga badanku , mengolah akalku -  budiku – hatiku serta menghiasi jiwaku , menata rasaku, memperindah cahayaku , memasuki kerajaan hidupku kemudian kubawa semuanya untuk menjalani hidupku. Setelah itu keluarlah aku dari bumi suci ( rahim ) untuk menjalani hidup mulia dan menerima kepastian Allah guna menikmati hidup yang tanpa kekurangan , sejalan dengan itu aku bersyukur kepada Allah dalam mengabdikan hidup yang benderang.


“ Inna kholaqnal insaana min nuthfatiin amsyajin nabtaliihi fajaa’lnahu samia’n bashiiroon “

“ Sesunguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur , yang kami hendak mengujinya ( dengan perintah dam larangan ) , karena itu Kami jadikan ia mendengar dan melihat “



MEMASUKI ALAM BADAN


wahai Tuhan ku Yang Maha Mulia , aku menerima kehendak – Mu atas kemulian badanku dan bersaksi pada apa yang telah Engkau satukan dalam dhohir batin ku. Ku buka pintu hidupku , memasuki hidup dalam singgasana – Mu :

ku buka pintu hidupku ( ubun – ubun )
memasuki daya ciptraku  ( Otak )
kuwarnai dengan keinginanku , ( pernik )
menghiasinya dengan pengertianku ( budi pekerti )
menjelaskannya pada indraku
( Penglihatan , pendengaran , pengucapan , peciuman , dan peraba )
semua kuatur dalam nafas muliaku
meresapinya mendamai qolbu ku , menerima pengulangan keraguan hidupku
ku kumpulkan dalam jantungku , meyakini kodrat irodatku
memuja dan memujinya dalam jiwaku
menduduki rasa pengakuanku dalam tahta singgasana- Mu
*****

tunai lah sudah kebahagianku
kewajiban badan ku , menurunkan keturunan
mengawalinya dengan kehendak cipta rasaku ( Pringsilan )
merestui hasrat mustika suciku ( Kemaluan )
menyediakan tempat rahasia-Mu ( Mani )
menyatukan unsur ciptaan-Mu ( Tanah , Api , Angin , Air )
mewujudkan wujud keturunanku


sekembalinya aku dari singgasana-Mu, aku merestui anak keturunanku menunjukkan jalan mudah bersama-Mu, membisikkan ketetapan-Mu . “ Sekarang selamat , besok selamat, sekarang mulia , besuk mulia , sekarang hidup besuk hidup “



BADAN ISLAM BADAN SEMPURNA



Aku merestui , sesungguhnya badanklu badan islam ( selamat ) , didalam badanku yang islam ada akal – budi – hati yang bening , dan di dalamnya ada tempat pengertian keselamatanku antara lain :

•    Iman . aku beriman bukan karena paksaan , yang mengimankan badan , yang mengimani batin akan Allah Yang Maha Nyata. Merasa tidak berpisah dengan Allah , terang tidak ada batas. Sempurna rasa badan dan jiwa , ya badan ya jiwa , ya jiwa ya badan. Bersatu sempurna bersama Ruhullah , Ruhullah menyatu dengan Dzat-Nya . nikmat dunia akherat bersama Allah

•    Tauhid : Aku meng esakan Allah yang mentauhidkan badanku , yang ditauhiti batin dalam ke Esaan Allah. Rasa menyatu dalam sepanjang hidup , tunggal rasa dengan jiwa , tidak ada bedanya. Tunggal Dzat , sifat , asma , af’al. menyatu jadi sifatnya tauhid. Rasa hidupku menyatu dalam Dzat Yang Maha Tunggal. Badan terbuka keluar cahaya , merasakan rasa di dalam rasa hidupku. Bukan rasa apa – apa , hanya rasa hidup bersama Yang Maha Tunggal.

•    Ma’rifat : Aku mengetahui apa yang harus aku ketahui. Yang mengetahui badanku , yang diketahui batinku , dalam pengetahuan Allah Yang Maha Mengetahui. Karena sesungguhnya yang memberi tahu itu sudah ada dalam diriku , dan  apa yang ingin aku ketahui sudah ada dalam diriku. Tidak akan berpisah pengetahuan itu , siang , malam waspada dalam mengetahui. Dhohir batin membuka apa yang di ketahui. Sempurna pengetahuanku apabila sudah nyata apa yang kulihat itu adalah Nur Muhammad , Nur yang yang sebagai rahasianya Allah , diakui Sirrullah , di namakan Nurullah. Terang benderang menyinari alam semesta. Sempurna ma’rifatku dengan tidak ada halanganku sendiri.

•    Islam : Selamat Dzohir batinku, pasrah tanpa menyerah. Selamat dalam siang dan malam , yang bersahadat ya dhohir ya batin , yang shalat ya dhohir ya bathin , yang puasa ya dhohir  ya batin , yang zakat ya dhohir ya batin , yang haji ya dhohir ya batin. Sahadat pengetahuan suci , sholat tanpa batas , zakat tidak mengenal waktu , puasa awas kepada adanya Allah , haji tidak pernah merasa berpisah dengan Allah. Dhohir batin nyatanya islam ( selamat ). Aku sesungguhnya badan islam , islam sesungguhnya ya badanku. Hidup selamat tanpa halangan.



MA’RIFATNYA BADAN

Menyatu dalampengertianku , ma’rifat itu tidak ada pisahnya. Alam semesta ini tunggal dengan diriku , sebadan , senyawa , sekulit , sedaging , ya sehati , ya serasa. Menyatu dalam alam Hidayatullah. Dengan kuasa Allah menyatu dalam wujud Insan Kamil.


DELAMAKAN / TELAPAK KAKI
( DEDALAN MARING KEBECIKAN / JALAN MENUJU KEBAIKAN )

Laillahaillallah : aku menyatu dengan kekuasaan Allah. Sesungguhnya apa yang di bumi ini , api , air ,  batu , tumbuhan , hewan , semuanya merasuk menyatu pada telapak kakiku. Bijaksanan didalam perbuatanku ( af,al ) , diakui alam Nasut.


WUDEL / PUSER  ( WUJUDNYA DEDALAN HIDUP / WUJUD ADANYA HIDUP )

Lamaujuda illallah : Aku menyatu dengan keperkasaan Allah. Sesungguhnya apa saja yang di alam raya ini , baik itu matahari , bulan , bintang , mega , hujan , kilat , halilintar , semuanya menyatu merasuk sejiwa  di dalam pusarku. Bijaksana didalam penamaan ( asma ) , diakui alam malakut.


DADA  ( DAERAHE DAT / DAERAHNYA DAT )


Lamahmuda illallah : Aku menyatu dengan kebesaran Allah. Sesungguhnya segala puja dan puji , ya kalam ya lauhfulmahfud , ya surga ya neraka , semua merasuk sejiwa serasa di dalam dadaku. Bijaksana didalam sifatku ( sifat ) , diakui Alam Jabarut.


SIRAH / KEPALA  ( SIFATE RAHSA / SIFATNYA RASA )


Lafailla illallah : Aku menyatu dengan Yang Maha Mengenali Diri – Nya , memandang keluasan – Nya. Dan aku mengerti adanya hijabul Rahman. Seluruh keadaan Ghoib ( hidup Halus ) halusnya af’al , halusnya asma , halusnya sifat , halusnya alam ketuhanan , semua merasuk sehidup didalam kepalaku. Dari itu aku menerima adanya dinding Jalalullah , sebagai tanda bijaksana di dalam pengetahuanku. Bijaksana di dalam hidupku , diakui Alam Lahut.

Karena kuasa Allah , seluruhnya menyatu sejiwa di dalam badanku. Adanya alam kasar dan alam halus ini diadakan hanya karena penciptaanku. Atas dasar kenyataan itu , aku kuat dalam penyatuan. Sempurna rasa luar dalamku diliputi Allah , menerima kerajaan Allah yang sudah ada dalam diriku sendiri.

“ Qul Allahumma ma likal mulki tuktiil mulka man tasyaa “

“ Katakanlah : Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan , Engkau berikan kerajaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki “ ( Q.S . Ali Imron : 26 )


AF’ALNYA BADAN


Aku berniat menata hidupku , hidup yang sesuai dengan kehendak suciku. Membuka tanpa ragu kekuatan cipta suciku , untuk memasuki cipta qolbuku , menjelaskan prasangka hidup pada nafsu suciku , membimbing jiwa menuju pada penempatan hidup , merasakannya menunaikan kebenaran rasa hidupku , yaitu hidup yang bertahta pada perbuatan hidupku ( syareat ) , bertahta pada caraku menjalaninya ( tarekat ) , bertahta pada kebenarannya ( hakekat ) uantuk menuju tahta yang Maha Mengatur hidupku. Aku menata hidupku , ketika aku :


BERDIRI

aku berdiri karena menyatu dengan anasir tanah yang ada di badanku. Membawa pengertian syare’at ( peraturan hidup ). Bertahta dengan nafsu Lawwammah , mengatur perbuatanku dalam menjalankan peraturan suci , untuk menyatu dengan perbuatan Tuhan Yang Maha sampurna.


RUKU


Aku rukuk karena menyatu dengan anasir api yang ada di badanku. Membawa pengertian tentang penamaan hidup , dalam mengenali cara kehidupan  ( tarekat ). Bertahta dengan nafsu amarah , melaksanakan cara hidup suci. Mengenali Tuhan Yang Maha Membimbing.


SUJUD

Aku sujud karena menyatu dengan anasir angin yang ada di badanku. Membawa pengerti kebenaran hidup ( hakekat ). Bertahta dengan nafsu shufiyah , menjalankan kebenaran menuju kebenaran-Nya , mengenali Tuhan Yang Maha Benar.


DUDUK

Aku duduk karena menyatu dengan anasir air  yang ada di badanku. Membawa pengertian waspada dalam hidup ini ( Ma’rifat ). Bertahta dengan nafsu Mutmainah , menyiapkan kewaspadaan , menuju kenyataan hidup. Mengenali Tuhan Yang Maha Mengawasi.


TIDUR

Aku tidur memasuki alam dalam badan , aku masuk menenangkannya , menyadarkan hati untuk menghadap-nya , tenggelam jiwaku mencari-Nya , menikmati rahsa hidup bersama-Nya. Damai tidurku bersama Tuhan Yang Tidak Pernah Tidur.


BANGUN TIDUR

Aku bangun mataku terbuka ,  membuka kehidupan , menjelaskan pada badan tentang kesempurnaannya , menenangkan hati untuk siap menghadapi kenyataan hidup, , menentramankan jiwa menerima kenyataan , mawas diri terhadap apa yang terjadi , mengenali hidup bersama Tuhan Yang Maha Menghidupi.


MAKAN

Aku memakan makluk sudah menjadi kehendak Allah. Pertanda adanya Yang Maha Menciptakan. Sudah menjadi kepastian hidup , ada kehidupan pasti ada makanan. Semua ini sudah menjadi hukum Allah atas segala pengakuan-Nya. Yang lama dibarukan , yang baru diakui , yang diakui akan kembali kepada Yang Maha Mengembalikan. Karena perputaran ini aku mengikuti dengan tidak ada henti , menerima salam dari Yang Maha Menciptakan wujud. Menuju wujud yang diakui oleh Allah.

“ Wa thoa hiru a’bdi fahuwa robbaa “

“ Dhohirnya hamba , menunjukkan adanya Allah “

“ Wa bathinul a’bdi fahuwa wujuudullah “

“ Didalam bathinnya hamba itu , ada nya Allah “

aku akui apa yang aku perbuat itu ( makan ) menjadi penyambung kehidupan. Mengikuti peraturan kehidupan. Menjalankan perputaran anasir air , angin, api , tanah. Untuk mengikuti perputaran ini aku tidak akan melawan, karena perlawanan itu adalah penghancur hidupku sendiri. Aku harus iklas , karena dengan begitu aku mudah menuju wujud yang diakui oleh Allah.


MINUM

Aku meminum air sudah menjadi keinginanku , menuju tarik – menarik nya anasir air. Luar dalam saling menarik membutuhkan dan saling melengkapi. Menandakan adanya Tuhan Yang Maha Memberi. Badan anasir luar dalam anasir , menyatu tanpa pisah. Badan mencari air , air menghidupkan badan. Bertemu di dalam badan menjalani kehidupan bersama Yang Maha Menghidupkan.


NGISING / BUANG AIR BESAR
( NGISI SINGGAHAN / MENGISI BUMI )


Aku duduk mengisi bumi , jatuh tinjaku , ku tinggal di bumi. Menyebar dzatnya menjadi penyubur bumi :

•    Tinja yang warna putih jatuh di bumi , berkumpul dengan air bumi, menjadi daya air bumi , rembes di bumi menjadi pendingin ( awalnya penyubur ) , diakui cipta jadinya karena makanan yang aku makan mengandung anasir air , masuk ke dalam tubuhku bertemu daya sempurnyanya nafsu Muthmainah.

•    Tinja yang warna kuning jatuh ke bumi , berkumpul dengan hawa bumi (angin ) , menjadi daya angin bumi , meresap di bumi menjadi penyambungnya  penyubur. Diakui cipta jadinya karena makanan yang aku makan mengandung anasir angin masuk ke dalam tubuhku bertemu dengan daya mulianya nafsu Shufiyah.

•    Tinja yang warna merah jatuh ke bumi , berkumpul dengan api bumi, menjalar di bumi menjadi penguatnya penyubur. Diakui cipta jadinya karena makanan yang aku makan mengandung anasir api yang masuk ke dalam tubuhku bertemu daya kuasnya nafsu Amarah.

•    Tinja yang warna hitam jatuh ke bumi, berkumpul di bumi, menjadi daya bumi , merambat di bumi menjadi pendorong pertumbuhan. Diakui cipta jadinya karena makanan yang aku makan mengandung anasirnya tanah , masuk ke dalam tubuhku bertemu daya kuatnya nafsu Lauwwammah.

Aku akui ada hidup ya ada makanan. Sudah menjadi kehendak Allah Yang Maha Menyuburkan. Dari itu untuk melaksanakan kewajibanku , ketika aku membuang hajat besar aku harus diam mengheningkan cipta menyadari kebesaran Allah yang ada pada badanku. Setelah aku membuang hajat besar , aku bersihkan dari badanku , sebagai tanda aku tidak pelit dan bermanfaat sebagai Insan Kamil.


NGUYU / KENCING
NGUYURI YUWO / MUDA KEMBALI


Aku mengeluarkan air ( hajat ) , sudah menjadi kuasa Allah., keluar air empat warna menjadi daya kehidupan bumi :

•    air yang warna putih , dayanya mengembalikan kehidupan bumi , yang tua dilayukan. Diakui cipta jadinya karena menyatunya air luar ( minuman ) dengan air dalamku ( bawaan badan ) , kemudian diterima sempurnanya Roh Idhofi yang ada dalam tubuhku. Diakui hujan air bani ( Terus Menurunkan ).

•    Air yang warna kuning , dayanya merontokkan kehidupan bumi , yang layu di rontokkan , diakui cipta jadinya karena menyatu air luar ( minuman ) dengan air dalamku ( bawaan badan ) , kemudian diterima mulianya Roh Rahmani yang ada di dalam tubuhku. Diakui hujan air Bai’at ( Pengangkatan ).

•    Air yang warna merah , dayanya mematikan kehidupan bumi , yang rontok di matikan. Diakui cipta jadinya karena menyatunya air luar ( minuman ) dengan air dalamku ( bawaan Badan ) , kemudian diterima kuasa nya Roh Rohani yang ada dalam tubuhku. Diakui hujan air Badri ( Mempercepat ).

•    Air yang warna semu hitam , dayanya menumbuhkan kehidupan bumi , yang mati di hidupkan kembali ( Yuwa / Muda Kembali ). Diakui cipta jadinya karena menyatunya air luar ( minuman ) dengan air dalamku ( bawaan badan ) , kemudian diterima kuatnya Roh Jasmani yang ada dalam tubuhku. Diakui hujan air Ba’ats ( Kebangkitan ).


Demi perintah Allah , aku menjalani perintah tubuhku. Dikala buang hajat kecil aku mengheningkan cipta murni menyadari kekuatan Allah yang ada pada tubuhku. Dan setelahnya kubersihkan jangan sampai ada yang tertinggal , terbawa manfaat apa yang telah menjadi kodrat Insan Kamil.


Aku mengikuti gerak alam ini , ku tahu
Dia-lah penggerak-Nya. Demi persatuaan
yang tak terpisah , Aku membaca nama
Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang di setiap aku mau menjalani
gerak hidup ini ( af’alnya tubuh )

“ Bismillahirrohmanirrohiim “




ASMANYA TUBUH


Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan hidupku yang sempurna. Ada tubuh ada asmanya ( nama ) , ada asma ya nyatanya tubuh. Ya aku asma tubuh yang nyata diakui oeh Asma Allah. :


•    Ya aku wujud kejaten , bertempat pada seluruh tubuhku. Diakui asmaku Abdul Jamal ( Hamba Allah Yang Indah Rupanya ). Nyata , luar dalam wujud sampurna diakui oleh Allah.

•    Ya aku cipta laksana , bertempat pada akalku. Diakui asmaku Abdul Khaliq ( Hamba Allah Ynag Mencipta ). Nyata luar dalam ciptanya Allah.

•    Ya aku duta jaya , bertempat pada nafsuku. Diakui asmaku Abdul Aziz ( Hamba Allah Yang Maha Perkasa ). Nyata luar dalam geraknya Allah.

•    Ya aku Sukma Panawa , bertempat pada jiwaku. Diakui asmaku Abdul Latif ( Hamba Allah Yang Maha Halus ). Nyata , luar dalam jiwanya Allah.

•    Ya aku Tunggal Surahsa , bertempat pada Rasaku. Diakui asmaku Abdul Hamid ( Hamba Allah Yang Maha Terpuji ). Nyata , luar dalam rasanya Allah.

•    Ya aku Tejo Rahagi , bertempat pada cahaya peneranganku. Di akui asmaku Abdul Karim ( hamba Allah Yang Maha Mulia ). Nyata , luar dalam ya Nur nya Allah.

•    Ya aku Agung Buwono , bertempat pada hidupku. Diakui asmaku Abdul Jabar ( Hamba Allah Yang Maha Agung ). Nyat , luar dalam hidupku sempurna bersama Allah ).


Tiada daya dan kuasa , dhohir batin – luar dalam milik Allah S.W.T.


SOPAN SANTUN HIDUP MEMBAWA ASMA


Tidak ada halangan dalam hidupku untuk menerima kekuasaan Allah , menjalani dengan sifatnya Rosulullah , melakukan dengan kelakuannya Bapa Adam. Sudah menjadi penyatuan dalam hidupku :


1.    Jika menyatu dengan Allah. Nyata pengertiku , meresap di dalam cipta , terbuka di dalam rasa , kumpul dalam kehendak menghadap Allah ( karsa ). Merasa tidak berpisah bersama Allah , terang benderang dalam Esanya Allah.

2.    Jika menyatu dengnan Baginda Rasullallah. Nyata rasaku di dalam menyaksikan tubuhku yang sempurna dan tidak ragu pada pengetahuan penciptaan tubuhku. Sempurna hidup tidak berpisah dengan Rasulallah.

3.    Jika menyatu dengan Bapa Adam. Nyata  , hidupku bermanfaat bagi seluruh alam , dan menjadi asma terpuji :


•    Aku menggelar di alam semesta dengan Roh Odhofi , diakui Adam Awal. Rata menggelar menyatu dengan anasirnya air , menjadi sumbernya alam. Diasmai Abdul Wahid.

•    Aku merambah di alam semesta dengan Roh Rahmani , diakui Adam Muhyi. Rata merambah menyatu dengan anasir angin, menjadi penghidupan alam. Diasmai Abdul Muhyi.

•    Aku menjalar di alam semesta dengan Roh Rohani , diakui Adam Qahar. Rata menjalar menyatu dengan anasirnya api , menjadi penentunya alam. diasmai Abdul Qahhar.

•    Aku berada dia alam semesta dengan Roh Jasmani , diakui Adam Akhir. Rata berada dengan anasirnya Tanah , menjadi perwujudan alam. Diasmai Abdul Jalil.

•    Aku hidup dengan bangsa Adam , hidup tarik menarik dengan anasirnya  : air , angin, api , tanah. Nyata sempurna menurunkan dzurriyyat Adam ( keturunan ) , diakui Bani Adam. Diasmai Abdullah.


Menyatunya aku dangan Allah , dengan Baginda Muhammad Rosulallah , dengan Bapa Adam. Itulah sejatinya Sopan Santu Hidupku.



SIFATNYA BADAN


Aku hidup membawa badan , menyatakan perbuatannya , memberi nama dari apa yang telah diketahuinya , mengenali sifat dari apa yang telah di rasakannya. Jelaslah kenyataanku , aku berbuat dari sifatku , kemudian aku menjelaskannya dengan memberi nama , sebagai tanda pengenalanku terhadap apa yang telah aku ketahui dalam sifat dan perbuatanku.

Perbuatanku, sifatku, penamaanku, semua kembali pada arah kehidupan. Mengikuti kepastian Allah , mengembalikannya pada hidup Allah. Yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah.

Aku bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan perangkat hidup yang telah menyatu pada badanku. Demi Insan Kamilku aku menjaga :



MULUT


Aku di beri mulut , dicipta oleh Allah Yang Maha Berbicara. Dijelaskan penamaan-Nya ( Asma Allah ) , untuk menyampaikankeinginan-Nya.

Dengan ,mulut Insan Kamilku, aku berbicara dengan perasaanku , menyampaikan kebenaran hidup.

Pada mulutku menjadi pintu Lauwwammah , sebagai jalan syare’atku ( Usaha Hidup ). Membuka kenyataan mengenali Tuhan Yang Maha Menyampaikan  , atas segala apa yang ia inginkan. Dan aku memasuki alam badanku menemui hati sanubariku membuka rasa dari apa yang aku bicarakan. , menyatukannya dengan rasa kebenaran , menuju haqqullah mencapai sampurnanya pengucapan.

Bijaksana didalam hidupku , aku menjaga mulutku dari apa yang masuk ( makanan dan minuman ) , dan dari apa yang keluar ( pengucapan ).karena semua itu menjadi pertaliannya roh , dan bertahta pada roh jasmani.


TELINGA

Aku diberi kuping oleh Allah Yang Maha Mendengar ,  di jelaskan Rahman Rohiim Allah , untuk mendengarkan kasih sayang-Nya.

Dengan pendengaran Insan Kamilku , aku mendengar dengan perasaanku , menikmaati irama illahi , mengenali Yang Maha Mengajarkan.

Pada telingaku menjadi pintu nafsu amarahku , sebagai jalan mengenali petunjuk hidupku ( Tarekat ). Membuka kenyataan mengenali Yang Maha Memberi Tahu, atas segala apa yang telah menjadi penentuan-Nya. Dan aku memasuki alam badanku menemui hati maknawiku membuka perintah rahsa dari apa yang telah aku dengar , menyatukannya dengan pemahaman rahsa hidupku , menuju Haqqul Adam , mencapai pengajaran Tuhan.

Memuliakan di dalam hidupku , aku menjaga pendengaranku , dari tinggi rendahnya pengucapan. Karena semua itu adalah pendengarn rohku , dan bertahta pada Roh Rohani.


HIDUNG

Aku diberi hidung , dicipta oleh Allah Yang Maha Mengenalkan. Di jelaskan yang mulia , untuk mengenali kesempurnaan penciptaan-Nya. Ada wujud ya ada gerak , ada gerak ya ada bau pengenalan.

Dengan hidung Insan Kamilku , aku mengenali bau kepastian , menikmati rasa pengenalan Tuhan , mengenali Yang Maha Menjadikan.

Pada hidungku menjadi pintu nafsu shufiyahku , sebagai jalan mengenali kebenaran  ( Hakekat ). Membuka kenyataan mengenali Yang Maha Dikenal. Atas segala apa yang menjadi kehendak-Nya. Dan aku memasuki alam badanku menemui hati siriku membuka sempurnanya rasa dari apa yang telah aku kenali. Menyatukannya dengan kepastian rasaku , menuju Yang Maha Pasti , mencapai penghirupan akan adanya Tuhan.

Menyempurnakan di dalam dadaku , aku menjaga di dalam penciumanku , dari bau yang telah menjadi kepastian ( tidak menghina pengenal ). Karena semua itu penciuman rohku , dan bertahta pada Roh Rahmani.



MATA  ( MANUNGGAL DAN NYATA )


Aku diberi mata , dicipta oleh Allah Yang Maha Melihat. Dijelaskan Nur-Nya ( Nurullah ) , untuk melihat kenyataan _ Nya.

Jelaslah sudah aku melihat dengan Yang Maha Melihat. Melihat kenyataan atas keinginan Allah yang ingin di kenal. Tak samar lagi aku melihat apa yang telah diinginkan-Nya. Dia ada karena mengadakan kenyataan-Nya . dia mengadakan karena ingin di ketahui kenyataan-Nya.

هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

3. Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.( QS Al – Hadid : 3 )

[1452] Yang dimaksud dengan: yang Awal ialah, yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, yang akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang Zhahir ialah, yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.


Dengan penglihatan Insan Kamilku, aku melihat dengan pandangan dhohir batinku. Melihat wujud mengenali penamaan-Nya, di dalam mengenali penamaan-Nya aku melihat sifat dan keinginan_Nya. Tertata rapi dalam rahasia-Nya.

Pada mataku menjadi pintu nafsu Muthmainnah , sebagai jalan atas ma’rifatku. Membuka kenyataan hidup mengenali wajah Allah. Dan aku masuki alam badanku menemui hati fuadku untuk menyatukan rasa dari apa yang telah aku lihat , menuju jalullah mencapai indahnya penglihatan.

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ  

115. dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah[83]. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha mengetahui.
( Q.S.>Al Baqarah : 115 )

[83] Disitulah wajah Allah maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.

mensucikan di dalam hidupku , aku menjaga penglihatanku , dari apa yang menjadi penglihatanku akan baik buruknya wujud ( Menghormati Ciptaan Allah ). Karena semua itu adalah penglihatan rohku , dan bertahta pada Roh Idhofi.


DZATNYA BADAN


Sudah nyata hidup ini , hidup yang nyata dengan Af’al , Asma , Sifat , dan Dzat-Nya Allah. Berkembang menjadi tahta hidupku , mengenali ketetapan Dzat dan kesempurnaan-Nya.


DZAT

Allah adalah asma Dzat , Dzat diberi nama Allah. Suci mulia tidak kecampuran.

DAT

Sudah nyata dan esa dzatullah menciptakan makluk dengan keluasan- Nya. Dialah yang luar dan di dalam. Dan yang berada pada makluk itu disebut dat. Jangan salah pengertian yang namanya dat adalah Dzatullah yang meliputi manusia dan yang berada di dalam diri manuisa.

Dari kenyataan ini , aku menjalankan hidup dengan izin Allah. Tertata rapi menjadi kebiasaan.  ( Adate ).

ADATE

Sudah menjadi kebiasaan ( adate ) manusia melakukan kebiasaan. Jangan samar dan jangan gegabah , manusia hidup harus berhati – hati terhadap kebiasaan yang dilakukan. Karena ketetapan Dzat itu menjadi hukum hidup manusia.

Dari kebiasaan ini , aku harus menjalani kebiasaan kepada kebenaran sesuai dengan hukum Allah. Tertata rapi menjadi hukum kebiasaan ( Pengadatan ).


PENGADATAN

Setelah manusia menjalankan kebiasaan maka manusia itu menularkannya kepada manusia lainnya. Dan dengan kepastian Allah , hukum kebenaran kebiasaan itu akan berkumpul dengan sesama merasaknnya. Bertemu dan menjadi kepastian yang tidak berubah akan kebenaran kebiasaan ( Adat Istiadat ).

Dari kebenaran kebisaaan ini, aku harus menjaganya, agar terjaga hidupku dari kebiasaan yang melanggar kebenaran. Tertata rapih menjadi penjagaan kebenaran. ( Adat Istiadat ).


ADAT ISTIADAT

Sempurnalah sudah pencarian kebenaran, tinggal bagaimana aku melaksanakan kebenaran. Ku junjung tinggi Insan Kamilku , hormat menghormati adalah sempurnyanya kebenaran , menjadi martabat kemanusiaan.

MARTABAT MANUSIA

Hidup adalah kebenaran  adalah martabat manusia itu sendiri, dia tidak rubah dari kebenaran, tetap kuat dalam keyakinan kebenaran, karena jalan Tuhan itu harus di tempuh dengan sabar dan berhati-hati, untuk menuju hidup terang bersama Allah.

TERANG

Aku menerangi hidupku dengan jalan Allah, menikmati kebenaran yang telah menjadi kebiasaan hidupku. Karena sabar dan hati-hati itu akan menjadi tenang dan teliti. Semua kunikmati dengan teliti. Semua kunikmati demi kesentosaan hidupku bersama Allah.


SENTOSA

Manusia akan sentosa hidupnya , apabila dia mantap pada ketetapan dan kenyataan yang dijalaninya, menjadi kepercayaan hidupnya. Tidaklah rubah kemantapan dan kepercahyaannya , menyadarkan diri terhadap apa yang dialaminya ( Ma’rifat )


MA’RIFAT

Manusia yang sudah ma’rifat itu tandanya mantap. Kemantapan yang berasal dari pasnya pemusatan dan kesadaran hidup. Dari itulah manusia harus berusaha terus menerus memahami kesadaran hidup , mawas diri menjaga waspada.


MANUSIA MA’RIFAT DZAT


Apabila manusia sudah menyatu dengan kesadarannya maka manusia itu akan menjadi waspada pada kesadaran keumuman dan waspada terhadap semesta alam. karena kesadaran itu berasal dari pasnya perhatian di dalam diam dan pengheningan cipta dan kewaspadaan itu berasal dari pasnya rasa kesadaran.

Kemana saja tidaklah rubah , terang pikirannya , mantap kepercayaanya (Iman ) , nikmat rasa hidupnya. Dan kesaksiannya menyatakan “ Hidup Tidak Kekurangan ( Syukur ) , dan Hidup Tanpa Halangan ( Yakin ) “. Hidup murni tanpa kecampuran.

Sejatinya rasa hidup itu berasal dari ketenangan yang pas , di dalam ketenangan yang pas itu ada kesadaran yang pas , di dalam kesadaran yang pas itu ada rasa hidup yang tidak kekurangan , dan didalam rasa yang tidak kekurangan itu ada “ Hidayatullah “ , yaitu Nikmat Hidup yang pas bersama Allah menerima sejatinya “ Ni’matullah “. Berawal dari takjub kepada Allah , menjadi adanya diam tidak bersuara , tenang  tanpa gangguan melompong tanpa kosong.




“ Jangan melihat  kalau masih samar , Jangan mendengar kalau masih tuli , Jangan bernafars kalau masih belum merasa hidup bersama Allah , Jangan marah kalau belum mengerti karena bisu tidak mampu mengucapkan alif “.

Wassalam

Selasa, 10 Juli 2012

Keluh Kesah Manusia Dalam Menghadapi Kesempitan

بسم الله الرحمن الر حيم
Saudaraku …………………………
Allah berfirman :

وَأَكِيدُ كَيْدًا﴿الطارق:١٦ 
Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. ( Ath – Thoriq : 16 )
إِنَّ الْإِنسٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا ﴿المعارج:١٩        
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. ( Al – Ma’ arij : 19 )
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا ﴿المعارج:٢۰
Abila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, ( Al – Ma’aarij : 20 )

Allah itu Maha Adil,Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Allah selalu memperhatikan setiap keluhan dan kebutuhan hamba- hamba - Nya. Cuma kita sebagai manusia tidak mengerti dan tidak memahami apa dibalik semua rencana Allah. Ini disebabkan karena adanya dinding penghalang yang disebut hijab. Disebabkan karena kekotoran jiwa banyaknya dosa banyaknya angan – angan yang ada dalam diri manusia,  juga nafsu tamak, serakah, sombong, dengki, iri, kikir, medit, kedekut, serta sifat – sifat jelek lain yang melekat pada diri manusia.

Kita menyadari dalam menghadapi masalah, manusia selalu berpikir bahwa itu adalah masalah besar yang diberikan Allah kepada kita. Padahal Allah tidak akan memberikan beban kepada manusia kecuali sudah diukur dengan kemampuannya. Jadi besar atau kecilnya suatu masalah / ujian yang diberikan Allah kepada manusia itu tergantung kepada manusia itu sendiri dalam menyikapi. Tetapi secara hahekat Allah telah mengukur cobaan itu pasti kuat untuk dipikul oleh manusia.

لَا يُكَلِّفُ اللَّـهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
( Al – Baqarah 286 )

Saudaraku …………………….
Mana yang akan menang Rencana Allah atau rencana kita ? Ketentuan Allah apa ketentuan kita? Kehendak Allah apa kehendak kita ? Kemauan Allah apa kemauan kita ? Aku jawab dengan jujur bahwa yang menang semua adalah rencana Allah.

Andaikata semua rencana  berjalan seperti keinginan manusia tidak akan ada manusia yang hidupnya pingin sengsara, tidak ada manusia yang hidupnya penuh derita. Tidak ada manusia yang ingin serba kekurangan baik fisik / jasmani atau rohani. Semua ingin membuat hidupnya senang bahagia serba cukup, dan semua yang diinginkan terwujud. Akan tetapi semua angan manusia itu sirna sebab manusia itu hanya boleh berencana Allah yang menentukan segalanya. Dan itu semua untuk menguji sejauh mana keimanan yang ada dalam hati manusia.

Ingat Saudaraku apa yang kau pandang baik dan benar belum tentu baik dan benar dihadapan Allah. Dan apa yang kau pandang salah dan jelek belum tentu salah dan jelek dihadapan Allah. Oleh karena jalani apapun yang terjadi dalam hidup ini dengan penuh kepasrahan, ketawakalan yang iklas semata – mata hanya ingin mnggapai ridhonya Allah. Baik, buruk, salah dan benar itu hanya ada dikamus hidupnya manusia. Tetapi dihadapan Allah semua itu sama tidak ada bedanya. Tinggal bagaimana kita mau menerima apa tidak ! Kita harus yakin dan percaya bahwa Allah yang akan menentukan setiap kehidupan dan Allah pula yang akan menilai baik dan buruknya amal perbuatan manusia.

Saudaraku  ingatlah kita  hanya diwajibkan “ boleh “  berusaha  tidak boleh menetukan, jalani apa adanya dalam hidup ini, sebab hak mutlak untuk menentukan hanya ada pada ketentuan Allah. Kita hanya wajib menjalani apa yang terjadi dalam kehidupan ini dan tetap harus menjalankan semua perintahnya dengan iklas dan mengharap ridhonya serta janji yang telah ditetapkan. Dimana bila kita mau menurut dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Allah, maka Allah sendiri yang akan membimbing jalan kita kepada kebaikan dan kesuksesan. Andai kata sampai akhir hayat kita, kita tidak pernah mendapatkan hasil seperti apa yang kita inginkan, selama kita masih menjalankan semua perintahnya dan tidak menyimpang dari ketentuan, yakinkan dalam diri kita bahwa Allah telah menyiapkan balasan di hari akhir yang lebih baik untuk kita. Allah yang akan menyelesaikan semua permasalahan bukan kita yang akan menyelesaikan semua masalahan yang ada. Tetapi kalau kita tidak yakin bagaimana mungkin Allah akan menyelesaikannya ? Padahal Allah itu sesuai dengan persangkaan hambanya.

Saudaraku ……………………
Janganlah  menyesali nasip, bangun dan bergeraklah hadapi kenyataan walaupun pahid menurut rasamu, padahal itu nanti menjadi hal yang manis bila telah berlalu. Empedu mamang terasa pahit saat ditelan tapi pada akhirnya akan menjadi obat dari pada sirup dan gula yang manis saat kita minum yang pada akhirnya akan menimbulkan penyakit. Yakinkan bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan dan di balik kesulitan ada kemudahan. Dibalik pahitannya empedu ternyata ada obat yang sangat berguna dibanding dengan sirup yang manis pada akhirnya membuat sakit.

Jangan meratap bila kita sedang diuji oleh Allah dengan penderitaan sebab pada saat seperti itu sebenarnya Allah ingin mengajak kita untuk berebicara, ingin mengajak kita untuk berkeluh kesah, ingin mengajak kita untuk menyampaikan semua masalah, dan yang lebih penting ingin mengajak kita untuk kembali ingat dan menyerahkan hidup kita ini hanya kepada kekuasaannya. Tatap mata Tuhan mu penuh dengan kearifan dan kerendahan, pasrahkan semua apa yang terjadi, dan yang akan terjadi. Karena dia yang punya hak menetukan segalanya.

Saudaraku ………………………
Disaat – saat kita sedang diuji dengan kekurangan perbanyaklah berdo’a  kepada Allah, perbanyaklah mendekatkan diri kepada – Nya, jangan mengeluh apalagi sampai menyesali dengan apa yang telah terjadi. Semua itu kita lakukan agar kita tidak terjerumus kedalam kelemahan iman sehingga pada akhirnya menyebabkan kita bisa kufur ni’mat. Semua itu kita lakukan agar kita dapat segera keluar dari penderitaan tersebut. Agar dalam akhir hidup kita  dalam keadaan khusnul khotimah dan jangan meninggalkan beban  penyesalan di saat kita akan kembali menghadap kepada – Nya.

Saudaraku ………………………….
Jika Allah ingin mengangkat derajat, harkat dan martabat hidup kita, tak ubahnya kita seperti seorang murid yang ingin naik kelas maka kita harus mengeluarkan tenaga ekstra  untuk belajar dan biaya untuk membeli buku – buku yang dibutuhkan. Dengan harapan agar bisa mengerjakan ujian dengan baik dan mendapatkan nilai yang claumdate. Demikian halnya dengan Allah jika ingin menguji keimanan hambanya apakah benar – benar bahwa kita ini sebagai hamba yang taat dan pasrah kepada qodho dan khodar - Nya, ataukah hanya sekedar iman saat mendapatkan ni’mat saja. Jika kita ingin menjadi hambanya yang taat dan ingin mendapatkan tempat yang baik maka kita harus diuji dengan berbagai kesulitan untuk membuktikan apakah benar iman kita itu emas murni atau hanya imitasi, yaitu sekedar iman saat mendapatkan kebahagiaan saja.

Inilah realita kehidupan manusia tak mungkin manusia mampu melawan takdir dan ketentuan Allah. Itupun bagi manusia yang menyadari dan mengerti tentang arti kehidupan. Tetapi banyak manusia yang tidak mengerti tentang kehidupan ini mereka beranggapan bahwa dirinya adalah orang yang mempunyai kemampuan. Untuk itu mari kita kuatkan iman dan keyakinan kita agar kita tidak termasuk orang – orang yang merugi.

Wassalamua’laikum. Wr. Wb.

Minggu, 08 Juli 2012

Makna Isro' Mi'roj

 Assalamua'laikum. wr. wb
Saudaraku .....................

 Allah berfirman :

 سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
( Q.S : Al - Isro : 1 )

Saudaraku ............................

Isro' Mi'roj adalah merupakan perjalanan spiritual Rasulullah. SAW, yang sangat luar biasa yang sampai saat ini masih ramai menjadi perbincangan oleh semua kalangan baik yang beriman apalagi yang tidak beriman. Yang beriman masih banyak yang mempertanyakan apakah perjalanan Rasulullah itu dengan raga / jasmani atau hanya sekedar ruhnya saja. Sementara orang - orang kafir sebagai senjata untuk mencemooh dan menafikan kemampuan seorang manusia dapat berjalan melintasi ruang dan waktu yang tidak rasional. Semua argumen dan dalil - dalil banyak yang di pergunakan untuk memberikan gambaran tentang perjalanan Isro' Mi'roj. Pada intinya semua kembali kepada keyakinan iman kita masing - masing. Sebab pada zamanyapun ( saat peritiwa ini disampaikan oleh nabi ) banyak orang yang beriman kembali kafir, banyak juga yang ragu - ragu, hanya ada seorang yang dengan keyakinan yang mantap, dia tetap yakin dengan pendiriannya apapun yang diucapkan oleh Nabi, bahkan lebih dari itupun kalau yang berbicara adalah Nabi dia akan percaya. Siapa dia ? Dia tidak lain adalah : " Sayidina Abu Bakar ". Sungguh luar biasa keyakinan Sayidina Abu Bakar karena keyakinannya itu dia mendapatkan gelar " Ashsidiq " yaitu orang yang  yakin, yang percaya , yang tidak pernah goyah imannya, yang istiqomah, yang sudah mempunyai keyakinan yang bulat dalam menyerahkan diri kepada kekuasaan Allah, maka dengan keyakinannya beliau namanya menjadi " Abu Bakar Ashsidiq ". Maka dalam perjalanannya nanti beliau sudah tidak peduli lagi dengan dunia sebab dunia ini hanya sebagai sariat untuk hidup, dia rela menyumbangkan seluruh hartanya untuk diinfaqkan demi kejayaan Islam, dia tidak takut tidak mendapat rezeki, sebab beliau yakin Allah yang akan memelihara hidupnya.

Saudaraku ..............................

Perjalanan malam adalah perjalanan yang sangat menakutkan, perjalanan yang penuh resiko yang harus ditempuh dengan kehati- hatian, perjalanan yang penuh dengan perhitungan sebab salah melangkah akan berbahaya, maka dibutuhkan lampu penerang agar dapat berjalan dengan cepat dan tepat arah. Berjalan malam tanpa lampu penerang akan mengakibatkan banyak resiko yang kita hadapi dari yang ringan, mungkin tersandung, atau lebih besar lagi mungkin terperosok masuk ke dalam lubang dan masih banyak lagi rintangan yang menghadang dalam perjalanan malam yang mengakibatkan kita bisa celaka. Itu baru gambaran gelapnya malam dalam hidup di dunia ini. Padahal nanti kita akan melewati malam yang tidak bertepi gelap pekat,  lebih pekat dari gelapnya malam di dunia ini, mungkin bisa sejuta kali lipat bahkan tidak terhingga gelapnya dari pada gelapnya malam di dunia ini, yaitu alam kubur.

Subhanallah melihat kenyataan itu apa yang harus kita persiapkan untuk memasuki alam kubur ? Perjalanan gelap melebihi gelapnya malam, pekat terjal lagi naik akan menambah kesulitan kita mencapai tujuan, maka  perlu kehati - hatian, perlu obor sebagai penerang dan tongkat sebagai penunjuk jalan.

Sebagai realisasi semua itu kita telah diberi tuntunan oleh Allah melalui junjungan kita Nabi Besar Muhammad. SAW agar kita tidak tersesat jalan dan bisa kembali dengan selamat keharibaan - Nya, maka Allah telah menetapkan Islam sebagai agama samawi yang telah diridhoi keabsahannya untuk bekal dan tongkat bagi perjalanan kita.

Saudaraku ..............................

Nabi bersabdha : " Sesungguhnya yang pertama kali dihisap dihari qiyamat dari amal perbuatan seorang manusia adalah shalatnya, maka bila baik shalatnya maka baiklah seluruh amal perbuatanya dan bila jelek shalatnya maka jelek seluruh amal perbuatannya ".

Berkenaan dengan itu maka peristiwa Isro' Mi'roj yang menakjubkan itu adalah mempunyai misi yang sangat penting yaitu untuk menerima perintah langsung " Shalat lima waktu " sehari semalam, sebagai sarana untuk bermunajat dan berdo'a kepada Allah secara langsung tanpa perantara.Dan Allah akan mengabulkan semua permohonan hamba - hambanya yang meminta. Karenanya shalat merupakan ibadah formal / ibadah magdhoh yang tidak bisa ditinggalkan dan diganti dalam kondisi apapun. Mau kaya harus shalat, mau miskin juga  shalat, mau senang harus shalat, apalagi susah harus shalat, mau sehat harus shalat, apalagi sakit ya tetap shalat, kalau masih mampu berdiri shalat dengan berdiri, kalau tidak mampu dudukpun juga harus shalat, mau berbaring tetap harus shalat, dengan isyaratpun tetap harus shalat, udah ga bergerak atau mati ya dishalati. Ini adalah ibadah shalat yang tidak bisa digantikan dengan apapun dan tidak bisa diundur waktunya dan diganti dengan hari lain apalagi dengan diganti dengan fidiyah.

Kalau ibadah - ibadah yang lain mungkin masih ada toleransi tetapi ibadah shalat ini tidak ada toleransi kecuali yang sudah ditentukan. Zakat kita harus ada ketentuan banyak dan waktu kalau tidak punya karena miskin kita malah dizakati. Puasa harus mampu kalau tidak mampu dan ada uzur kita boleh kodho atau fidiyah. Haji apalagi kalau mampu pengertian mampu ini luas, kalau kita tidak mampu ya tidak usah haji. tetapi shalat jangan berkata tidak mampu. tidak mampunya shalat adalah titik akhir nyawa kita baru kita disholati.
 
 Shalat bisa di khodho dengan atauran - aturan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah atau di jama' yang semua itu ada ketentuan yang baku.Makanya shalat ini bila dilaksanakan dengan keteguhan hati  dengan sungguh - sungguh mampu merubah prilaku manusia menjadi baik dan benar. bisa mengendalikan nafsu untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dimana Allah berfirnman :

   إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

" Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar " ( Q.S : Al - Ankabut : 45 )

Saudraku ...............................

Demikian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini mudah - mudahan dapat menggugah hati kita agar selalu dapat mendirikan shalat sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah agar kita dapat selamat di dunia dan di akherat. Mengingat waktu jua yang tidak mungkin harus diuraikan panjang lebar dalam kesempatan yang sangat singkat ini semoga bermanfaat bagi kita semua. amiin

wassalamua'laikum. wr . wb





Senin, 25 Juni 2012

" Harta Penghalang Sakaratul Maut "


“ Harta Jadi Penghalang Saat Sakaratul Maut “

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ 
وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"   ( Al – Munaafiquun : 63 : 10 )
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), ( QS : Al Mu’minuun : 23 : 99 ).

Saudara ……………………………..

Manusia itu sungguh sangat mencintai dunia melebihi dari yang menciptakan dunia. Padahal dunia tidak membawa manfaat dikala mereka akan kembali menghadap Sang Pencipta, bahkan menjadi penghalang disaat sakaratul maut. Namun demikian manusia baru tersadar setelah Malaikat juru pati menghampiri dirinya dimana saat itu mereka sedang berkutit dengan nyawanya yang  dipaksa keluar dari jasad. Saat itulah manusia merasa ketakutan yang luar biasa dan minta ditangguhkan umurnya barang sesaat dengan harapan bisa berbuat kebaikan dengan harta yang dimiliki.

Kita sebagai orang yang beriman janganlah harta, istri dan anak – anak sebagai penghalang dalam beribadah kepada Allah. Tapi jadikanlah semua itu sebagai ladang amal ibadah untuk kesempurnaan pengabdian kita kepada Allah SWT. Janganlah kita mencintai mereka berlebihan tetapi cintailah mereka sebagai rasa sayang yang sifatnya hanya untuk mendapatkan kenikmatan dalam menempuh hidup di dunia ini. Sebab mereka semua yang kita cintai akan meninggalkan kita atau sebaliknya kita yang akan meninggalkan mereka. Tinggal waktu yang menentukan apakah kita atau mereka yang duluan pergi.

Saudaraku ………………………….

Mencintai harta yang berlebihan sama saja kita diperbudak oleh harta itu sendiri, padahal semestinya harta itu yang harus kita perbudak untuk dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan hidup kita, memudahkan hidup kita, baik di dunia maupun di akherat kelak. Contoh kita punya mobil karena sayangnya kepada mobil, maka kita sayang untuk memakainya kita hanya puas dengan melihat mengelap dan bangga bahwa mobil kita paling bagus dan mahal. Kalau kita yang diperbudak harta maka kita akan cape untuk mengurus, merawat,merasa takut kehilangan dan kalau benar hilang maka merasa menyesal yang sangat luar biasa, yang membuat dirinya bisa stres. 

Jangan sampai diakhir perjalanan hidup kita, dimana saat kita sudah dalam keadaan sakaratul maut, baru sadar dan memohon kepada Allah untuk ditangguhkan umur kita barang sesaat agar dapat berbuat kebaikan.
Apakah benar seandainya kita diberi tangguh untuk hidup kembali kita benar – benar akan  berbuat kebaikan seperti janji kita ? itu adalah kebohongan yang nyata pada setiap diri manusia yang ingkar, yang tidak beriman kepada Allah. Seandainya benar diberi tangguh mereka hanya akan bilang :

“ Alhamdulillah saya selamat padahal tadi atau kemarin hampir saja mati. Tapi aku masih bisa hidup kembali dengan pertolongan ini dan itu, coba kalau tidak aku sudah mati “.

Jadi andaikata Allah memberi kesempatan untuk hidup kembali manusia itu pasti lupa atau pura – pura lupa dengan apa yang dijanjikan, dan mereka tetap pelit, bakhil dengan hartanya. Itulah sifat manusia di saat bahaya mengancam dirinya mereka selalu berjanji dengan segala macam janji, tapi kalau sudah lepas dari bahaya mereka lupa atau sengaja memang pura – pura lupa.

Dapat diibaratkan seperti orang yang kehilangan dompet karena dicuri atau di rampok, kemudian ada orang yang datang meminjam uang. Padahal dia itu memang terkenal sangat kikir dan raja tega :

“ Bu tolong saya dipinjami uang buat anak saya besuk mau bayaran sekolah “.

Orang itu pasti akan berkata :

“ Aduh bu dompet saya tadi baru dicopet, Coba seandainya dompet saya tadi tidak hilang pasti sudah saya kasih, dan g a usah pinjam dari pada hilang lebih baik saya kasih “.

Kata  – kata seperti itu sudah menjadi klise dalam kehidupan manusia sehari - hari, barang sudah tidak ada baru bisa bilang seandainya masih ada. Padahal kalau ada jangankan ngasih dipinjam saja walaupun ada bilang tidak ada. Hal semacam itu bukan hanya untuk kita – kita saat ini saja, pada zaman Fir’aun pun juga sama minta tangguh saat sudah sakaratul maut, mau mati di tengah laut baru beriman. Semua sudah terlambat, padahal Allah telah memperingatkan dengan berbagai macam peristiwa agar mau tobat !!!!

Saudaraku ,……………………………….

Harta memang perlu untuk kebutuhan hidup manusia, kalau perlu carilah harta sebanyak – banyaknya tapi ingat bahwa dibalik harta yang kita miliki itu masih ada hak – hak orang lain yang harus kita keluarkan : hak anak yatim,  hak janda – janda tua, hak fakir – miskin, dan lain – lain, maka kita wajib mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh untuk membersihakan harta kita.

Sabda Rasulullah :
“ Carilah duniamu seakan – akan kamu akan hidup selamanya, tapi ingatlah akheratmu seakan – akan kamu akan mati besuk “

Inilah keseimbangan yang diajarkan oleh islam dalam memandang kehidupan ini harus benar – benar seimbang. Jangan berlaku kikir sebab kikir itu tidak akan mendatangkan berkah, sementara loyal, dermawan itu akan membawa kebaikan untuk lingkungan dan diri sendiri. Dan Allah berjanji bahwa dengan zakat infaq dan shadaqoh, tidak akan mengurangi harta kita, bahkan akan dikembalikan yang berlipat – lipat.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al – Baqarah : 2 : 261 )
Itulah janji Allah, dan janji Allah itu pasti benar adanya.

Saudaraku ……………………………………..

Apakah kita tidak boleh kaya ? wow wajib. Orang beriman itu harus kaya, kalau tidak kaya akan menjadi beban orang lain dan akan merendahkan harga diri kita. Bagaimana kita bisa tenang menghdapi hidup ini kalau kita miskin ? padahal zaman ini semua harus serba dibeli dengan uang tanpa uang kita akan sia – sia, untuk makan susah, menyekolahkan anak susah, boro – boro bisa zakat, infaq, shodaqoh, pergi haji dan lain – lain. Cuma yang jadi masalah adalah jangan pelit dengan harta dan jangan mencintai harta melebihi yang memberi harta. Seimbangkanlah untuk urusan dunia dan akhirat.

Wassalam……………………………………………..

Kamis, 14 Juni 2012

" Cikruk Anak Janda "

Hiduplah di sebuah desa dadapan seorang janda yang sangat miskin dengan seorang anaknya yang bernama " Cikruk ". Cikruk seorang anak yang rajin, ulet, pandai, dia selalu membantu mboknya untuk mencari rumput , kayu bakar atau daun jati di hutan untuk dijual ke pasar oleh mboknya ke pasar. Setiap hari Cikruk selalu bekerja dengan rajin tidak pernah mengenal lelah, walaupun sebenarnya setiap hari disaat dia pergi ke hutan untuk mencari rumput dan kayu bakar selalu di ejek oleh seekor jangkrik.

Jangkrik itu dapat berbicara layaknya manusia dan setiap kali melihat Cikruk ke hutan dengan sengaja dia mengejek bahwa Cikruk adalah anak janda yang miskin, tidak mempunyai apa - apa. ke hutan saja hanya membawa sabit buntung yang sudah tidak berguna. ejekan - ejekan itu dilantunkan dalam sebuah syair sebagai berikut :

" Krik - krik Cikruk anak e rondo mbabat alas arite buntung jo seru - seru yen ngenekke sutangku ".

Begitulah Jangkrik mengejek Cikruk setiap harinya, dari sutang hinga akhirnya ke kepala. sehingga setiap hari Cikruk pulang dengan menangis dan mengadu kepada biyungnya, bahwa ada Jangkrik yang selalu mengejek bila dia pergi ke hutan untuk mencari rumput dan kayu bakar.

Biyungnya selalu menasehati agar bersabar dan tidak boleh marah apalagi dendam kepada jangkrik.

" Biarkan saja ya Kruk nanti juga akan berhenti sendiri kalau sudah cape, orang sabar itu disayang Tuhan nak ".

Cikruk selalu mendengar apa kata - kata biyungnya, maka dengan rasa lapang di dada Cikruk setiap hari kembali ke hutan untuk mencari rumput, ejekan demi ejekan jangkrik yang membuat panas telinganya tidak dihiraukan.

Pada suatu hari karena sudah tidak tahan juga mendengar ejekan Jangkrik yang semakin pedas Cikruk mencari Jangkrik di balik bebatuan, akhirnya di temukan Jangkrik yang selama ini mengejek di balik batu besar, dengan geram Jangkrik ditangkap dan mau di pukul. Jangkrik merasa ketakutan, kemudian meminta ampun dan berjanji bahwa tidak akan mengejek lagi dan akan membantu Cikruk bila dalam kesulitan.

" Cikruk saya minta maaf bila selama ini saya mengejek kamu ya kruk, saya jangan di pukul apalagi kau matiin, mulai hari ini saya berjanji tidak akan mengejek lagi dan saya akan membantu kamu jika kamu mendapat kesulitan kruk "

mendengar keluh kesah jangkrik yang merengek - rengek minta ampun dalam hati Cikruk tertawa, tetapi Cikruk tetap pura - pura  menghardik :

" bagaimana mungkin aku akan memaafkan kamu selama ini kamu sudah mengejek saya dengan kata - kata yang menyakitkan, setelah kamu ketangkap hanya minta maaf. dan apa yang kamu bisa bantu untukku " ?

Cikruk mengancam sambil tangannya mau memukul jangkrik. Jangkrik dengan menghiba - hiba untuk di maafkan.

" Cikruk kalau kamu tidak mau memaafkan aku, siapa yang membantu kamu kalau kamu mempunyai kesulitan, sebab ejekanku setiap hari itu agar kamu tidak mudah putus asa dalam menghadapi hidup kruk, percayalah aku akan membantumu "

" Ach omong kosong " .

Cikruk masih pura - pura marah.

" Selama ini aku juga tidak ada yang membantu, tapi kamu malah mengejek setiap hari. Aku tidak akan memaafkanmu kamu akan aku bakar untuk makan ayam "

" Jangan ya Kruk ? jangan saya benar - benar minta diampuni Kruk "

Cikruk tidak tega juga mendengar rintihan jangkrik yang sudah ada dalam genggamannya.

" Benar ya kamu tidak akan mengejek saya lagi mulai hari ini " ?

" Ya benar Kruk aku berjanji dan aku akan jadi sahabat setiamu mulai hari ini "

Sejak saat itu Cikruk dan Jangkrik menjadi sahabat yang setia, tidak terpisahkan dimana ada Cikruk di situ ada Jangkrik. Jangkrik selalu memberikan motifasi dan menghibur Cikruk disetiap ada masalah yang dihadapi, dan semua nya bisa diselesaikan dengan baik. Jangkrikpun mengubah syair yang biasa dibuat mengejek Cikruk dengan syair yang indah seperti berikut :

" Krik - krik Cikruk anak e rondo babat alas arite buntung, besuk gede bakal dadi seorang raja "

Demi mendengar pujian Jangkrik bahwa dirinya bakal jadi seorang raja Cikruk tertawa terpingkal - pingkal dengan senyum yang manis Cikruk berkata :

" Krik - krik kamu ini bagaimana kamu mimpi apa udah gila ? mana mungkin aku hanya seorang anak janda mlarat lagi gimana bisa jadi raja " ?

" Ya kita berdo'a saja kruk mudah - mudahan kamu benar - benar bisa jadi seorang raja. Tapi ingat ya Kruk bila nanti kamu benar - benar jadi raja jangan lupa sama saya "

" Udah ayo pulang, sudah sore biyung pasti sudah menunggu "

Keduanya pulang sesampai di depan rumah Cikruk sudah berteriak - teriak memanggil biyungnya :

" Biyung - biyung ini Jangkriknya sudah ketangkap yung "

Jangkrik diperlihatkan kepada biyungnya. Biyungnya berkata :

" Kruk Jangkriknya jangan di siksa ya Kruk, lepaskan lagi saja Kruk kasihan "

" Jangkrik sudah minta maaf yung dan berjanji tidak akan mengejek juga ingin jadi sahabat yang setia yung "

" Ya sudah Kruk sana mandi dan makan dulu jangan lupa dikasih makan tuh jangkriknya "

Pada suatu hari di Kerajaan Jenggolo Sang Raja dihadap oleh seluruh sentana, dan punggawa. Sang Raja tidak berkata sepatah katapun bingung memikirkan putri semata wayangnya yang sakit sudah berbulan - bulan tidak mau makan tidak mau minum dan tidak bisa tidur dengan tenang. Badan sang Putri semakin hari semakin kurus, wajahnya sudah pucat pasi.Berbagai macam obat - obatan telah di coba, semua tabib sudah dikerahkan untuk mengobati penyakit sang Putri tetapi tidak juga memberikan tanda - tanda kesembuhan. Sang Raja bingung bercampur sedih, bagaimna upaya untuk menyembuhkan penyakit sang Putri. Bersabdalah Sang Raja kepada patihnya :

" Patih saya bingung memikirkan penyakit putriku, sudah berbagai macam obat telah diusahakan,  semua tabib telah kita kerahkan untuk mengobati sang Putri tetapi sampai sekarang belum ada tanda - tanda kesembuhan, adakah kamu mempunyai pendapat patih " ?

" Ampun beribu ampun Gusti, hamba sendiri juga bingung memikirkan penyakit sang putri. Bagai mana kalau dibuatkan sayembara Gusti ? Masalah hadiah yang akan diberikan saya kembalikan kepada paduka yang Mulia. Ampun Gusti "

Sang Raja terdiam sejenak memikirkan usul sang Patih. Tak lama kemudian bersabda :

" Benar katamu Patih, Umumkan kepada seluruh rakyat di negeri ini, tidak peduli apakah orang dari kalangan sudra atau brahmana, orang kaya atau sengsara, tua atau muda, laki - laki atau wanita barang siapa yang dapat menyembuhkan penyakit Putriku, bila lelaki akan aku jadikan suaminya dan kalau wanita akan aku jadikan saudara sejatinya "

Patih mohon diri dan memanggil seluruh Mantri, Bupati, dan seluruh wadya bolo untuk menyebarkan berita ini keseluruh pelosok negeri.

Berita dan pengumuman tentang sakitnya Tuan Putri sampai juga di Desa Dadapan dimana Cikruk tinggal. Mendengar ada berita kabar Tuan Putri sakit dan barang siapa bisa menyembuhkan akan di jadikan suami bila lelaki dan akan di jadikan saudara sinoro wedi kalau wanita membuat terusik hati Cikruk. Cikruk selalu murung dan memikirkan bagaimana caranya bisa menyembuhkan Sang Putri. Tingkah laku yang tidak biasa itu dilihat  juga oleh jangkrik. Jangkrik berkata :

" Kruk saya lihat beberapa hari ini kamu kelihatan murung tidak seperti biasanya ada apa ? Tidak mau ngomomg selalu menyendiri dan melamun lagi "

" Ach tidak ada apa - apa kok krik "

" Jangan bohong Kruk aku ini sahabat setiamu kita sudah pernah berjanji susah senang kita saling berbagi, coba bilang kalau ada masalah yang sekiranya berat utarakan barang kali saya bisa membantu mu Kruk "

" Ach tidak ada Krik "

Setelah didesak Jangkrik dengan berbagai macam cara akhirnya Cikruk bersahaja, bahwa dirinya ingin menolong Tuan Putri yang sedang sakit tetapi bagaimana caranya apakah ada jalan untuk menolong Krik ? Mendengar apa yang dipikirkan Cikruk Jangkrik tertawa geli dan berkata :

" Cikruk - cikruk kenapa ga ngomong dari kemarin, katanya ga ada masalah rupanya masalah dengan Tuan Putri "

" Jangkrik jangan meledek lagi kamu, aku benar - benar serius ingin menolong tuan Putri ksihan dia sakit tidak sembuh - sembuh "

" Begini saja Cikruk itu hal yang kecil, hayo berangkat mudah - mudahan Tuhan memberikan jalan kemudahan bagi kita "

" Jangkrik jangan sembarangan ngomong ini masalah besar jika kita tidak bisa menyembuhkan maka hukumannya berat Krik "

" Sudah hayo berangkat minta izin sama biyung dulu mudah - mudahan kita selamat "

Cikruk mohon izin kepada biyungnya. Biyungnya bingung demi mendengar keinginan Cikruk untuk memasuki sayembara menyembuhkan Tuan Putri.

" Cikruk apa biyung tidak salah dengar ? bagaimana kamu bisa menyembuhkan Tuan Putri nak mengerti tentang obat saja kamu tidak "

Jangkrik menjawab : " Sudah biyung izinkan saja Cikruk berangkat saya yang bertanggung jawab keselamatan dirinya "

Akhrinya Cikruk dan Jangkrik sudah di depan pintu istana dan ditegor oleh penjaga pintu gerbang :

" Maaf kisanan anda siapa dan dari mana serta ada keperluan apa datang kemari " ?

" Saya Cikruk bersama Jangkrik dari desa Dadapan ingin ikut sayembara menyembuhkan Tuan Putri "

Penjaga pintu memberi laporan ke istana, setelah itu menyilahkan Cikruk dan Jangkrik memasuki Istana menghadap Sang Raja.

Cikruk duduk dengan takzim dihadapan Sang Raja. Sang Raja bersabda dengan penuh wibawa membuat Cikruk agak gemetar.

" Siapa nama ki sanak dan dari mana asalnya "

" Hamba Cikruk dan ini sahabat saya Jangkrik, saya dari Desa Dadapan, ingin mengikuti sayembara untuk menyembuhkan Tuan Putri,  Gusti "

" Apakah kamu sudah tahu akibatnya bila sampai gagal dalam sayembara ini " ?

" Hamba sudah tahu dan siap menjalankan semua hukuman bila hamba gagal dalam mengobati Tuan Putri "

Cikruk diajak memasuki Taman Kaputren dimana Tuan putri sedang berbaring tidak berdaya, demi melihat Tuan Putri yang sudah tidak berdaya dan tidak bercahaya Cikruk sangat terharu, menitikkan air mata. Cikruk meminta syarat segelas air putih kemudian dibacakan do'a dengan dimasukkan sungut Jangkrik kemudian diminumkan ke Tuan Putri, Setelah dimunumkan air, Jangkrikpun menyanyikan lagu dengan suara yang merdu demi mendengar suara yang merdu Tuan putri menggeliat membuka matanya dan merasa senang ada seekor jangkrik yang bisa menyanyikan lagu dan seorang pemuda duduk dihadapannya.

Sang Raja sangat gembira melihat Tuan Putri sudah siuman dari berbaring panjang dan mulai terlihat cahaya wajahnya yang berseri, akhirnya Tuan Putri sudah sembuh kembali seperti sediakala.

Sang Raja tidak ingkar janji dan Sang Putripun menerima pemuda Cikruk jadi suaminya. Maka diadakan pesta besar - besaran dan megah selama empat puluh hari empat puluh malam.

Dan pada akhirnya Cikruk menggantikan kedudukan Sang Raja, sebagai Raja di Jenggala.