Pembukaan
Assalamua’laikum Wr Wb
Atas nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Buku ini adalah buku
kita bersama, dibuat dalam keadaan bersama. Apabila di dalamnya ada
penolakan dan penerimaan kita kembalikan pada kita bersama. Karena
penolakan dan penerimaan dari kita bersama. Adapun setelah mengerti, itu
berarti kita sepakat untuk memahami dan adapun yang belum memahami,
telitilah karena kita masih dalam keadaan bersama. Kesalahan adalah
wajar kebenaran adalah kebersamaan
Kita berusaha untuk tidak berdebat, karena debat adalah penghambat. Kita
salah adalah kerabat kita benar karena mufakat. Kami mohon maaf atas
keadaan ini. Semoga Allah membimbing kita bersama ke jalan
kebenaran-Nya.
Kroya Cirebon , 1 Januari 2009
Wassalamua’laikum Wr Wb
AGUS SANTOSO
MEMBUKA KENYATAAN HIDUP INSAN KAMIL
Bismillahirrohmanirrohim.
Aku berniat menyatakan hidupku yang sempurna, hidup yang sudah
berpengertian Allah. Terang sempurna dalam pengertianku, aku nyata dari
Allah dan selamanya bersama Allah. Aku tidak menutupi hidupku :
“ Sesungguhnya aku tidak berpisah dengan Allah ( Menjaga Tauhidku dalam
keesaan Allah ) – dan aku junjung martabatku , yang tidak berpisah
dengan Baginda Muhammad yang menjadi junjunganku. Selamanya beserta
junjunganku , menjalin rasa dengan junjunganku , mengikuti kenyataan
junjunganku sebagai Rasulullah “.
Aku awali dalam pengertianku , menyatakan asalku “ Aku berasal dari
Allah dan selamanya hidup bersama Allah. Sekembalinya aku menjalani
kenyataan , dan aku kembali keapada Allah , tanpa ada halangan dari
godaan prasangkaku.
“ Ana inza dzonna a’bdi wa ana maa’hu izaazakaronii, fain zakaronii nafsihi zakartuhu fii nafsii “
“ Aku ( Allah ) menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku , dan Aku bersamanya apabila ingat kepada-Ku.
Jika ia ingat kepada-Ku dalam dirinya maka Aku nmengingatnya dalam diri-Ku”
( Hadits Qudsi Riwayat Bukhari )
Dengan keinginan Allah yang ingin dikenali. Aku menyatakan Kesucia-Nya atas penciptaanku. Aku menyatakan rahasia kejadianku :
“ Kuntu khojiinatan khofiyatan ahbabtu an u’rofa fakholaqtu alkholqo fataa’rroftu ilathim faa’ro fuunii “
“ Aku ( Allah ) adalah perbendaharaan yang tersembunyi ( Ghoib ). Aku ingin memperkenalkan siapa Aku,
maka Aku ciptakan makluk.Oleh karena itu Aku memperkenalkan diri-Ku kepada mereka.
Maka mereka mengenal Aku. “
( Hadits Qudsi )
ALLAH YANG MAHA SUCI TERANG DENGAN KEINGINANNYA.
( Membuka dengan Nur- Nya )
NURRULLAH
( Melaksanakan , Turun Cipta , Mencipta )
NUR MUHAMMAD
( Mengisi , Turun Rasa , Merasai )
NUR ADAM
( Bergerak , Turun Karsa , Menginginkan )
NUR MANI
( Menyatu , Dalam Cipta , Rasa dan Keinginan , Menjadi )
MANUSIA SEMPURNA
( Hidup Sempurna membawa wujudku, menjalani kenyataaan Cipta, Rasa , Kasa Allah )
Segala puji bagi Allah , yang telah menciptakan aku dengan kesucian-Nya.
Untuk bersyukur kepada keinginan suci-Nya , aku menjaga kesucianku.
Karena sesungguhnya Nur Mani itu berasal dari tempat yang suci ( Qudus )
, dan dengan af’al-Nya menyatukan anasir penciptaan-Nya berwujud
menjadi mani, seketika itu dengan segala pernyataan-Nya , Allah
mewujudkan Baitul Muqoddas. Yang sebagai tempat kesucian-Nya yang diakui
dan seluruh hamba-Nya.
Sudah menjadi kenyataan hidupku , mani yang suci akan berpindah pada
tempat yang suci / bumi suci ( Rahim Ibu ), ketika ada rasa suci yang
mengutus dalam diriku ( Rasa Birahi ) . bertemu unsur lelaki ( Sperma )
dan perempuan ( Ovum ) . tidak ada goda seketika itu nyata dalam
kenyataan suci. Asal dari tempat suci dan akan kembali kepada yang Maha
Suci. Semua sudah menjadi kenyataan Fitrahku, lahir sebagai Insal Kamil.
Sebagai insan kamil yang mendapat cinta Allah , kurestui anak
keturunanku. Nyata keturunanku suci bersama Allah mendapat haknya dari
pernyataan Allah Yang Maha Suci.
RAHASIA PERWUJUDAN BADAN MENUJU INSANE KAMIL
KETIKA DI BUMI SUCI ( RAHIM IBU )
Aku menyadari ketika aku di bumi suci ( rahim ibu ) aku mendapat cipta ,
rasa , karsa dari Allah. Bertahta menjadi badan sempurna :
• ketika aku berumur 40 hari , aku masih berwujud mani , bertahta
dalam permulaan badanku. Dengan restu Yang Maha Suci , maniku menggumpal
menjadi titik ( o ) , pertanda adanya hidup yang dihidupi
Dzatullah.
• Ketika aku berumur 80 hari , aku bergerak membungkus maniku ,
bertahta dalam perlindungan badanku. Dengan restu Yang Maha Mulia ,
maniku membentuk huruf Mim ( م ) , pertanda adanya sifat yang di
sifati oleh Sifatullah
• Ketika aku berumur 120 hari , aku menumbuhkan badanku , bertahta
dalam tujuan badanku. Dengan restu Yang Maha Menyertai , maniku
membentuk huruf Alif ( ا ), pertanda adanya asma yang diasmai oleh
Yang Maha Menyertai ( Asmatullah ).
• Ketika aku berumur 140 hari , aku menyambung menjadi wujud yang
terpelihara , bertahta dalam menguatkan badanku. Dengan restu Yang Maha
Kuat , maniku membentuk huruf Dal ( د ) , pertanda adanya af’al (
perbuatan ) yang di af’ali oleh Af’alullah.
• Ketika aku berumur 270 hari , aku tidak kukurangan , membuka pintu
salam menjalani kenyataan , bertahta dalam sampurnanya badanku. Dengan
restu Yang Maha Mengenali , aku hidup mengenali Allah. Badanku dari
kepala sampai kaki membentuk huruf : Mim , Ha , Mim , Dal ( محمد ) .
pertanda adanya perjalanan hidup dari af,al – asma – sifat – kembali
pada Dzat, sampurnalah badanku menerima Kodrat Irodat Insan Kamil.
Aku harus teguh membawa badan , menjaga cipta , rasa , karsa , Allah.
Dan aku tidak mendustai kenyataan-Nya. Dia menciptakan aku untuk
mengenali-Nya. Nyata atas martabat badanku , ya titik , ya mim , ya alif
, ya dal.
. م ا د
NYATA ATAS MARTABAT BADANKU :
• Titik , bertempat pada kemaluan. Adalah pencarianku menuju Baitul
Muqoddas atas perjuanganku , aku menjaga kesucianku ( kemaluanku ) untuk
memulai pencarianku , aku tidak kesamaran , bahwa Allah dan Muhammad
ada bersamaku.
• Mim, bertempat pada kepala , adalah pencarianku menuju Baitul
Makmur atas semangatku , aku menjaga apa yang ada di dalam kepalaku
untuk membangkitkan pencarianku , aku membersihkan apa yang ada dalam
kepalaku untuk mengikuti Muhammad yang terpuji dalam menjalin rasa
terpuji.
• Alif , di jaga tangan , bertempat di dada , dilipat dan disamarkan
menjadi huruf ( ا ) , adalah tempat pencarianku untuk menuju
Baitul Muharram atas kepercayaanku , aku menjag apa yang ada di dalam
dadaku untuk menemukan pencarianku , aku membersihkan apa yang ada di
dalam dadaku , untuk mencari alif dalam kenyataanku.
• Dal , bertempat di kaki, adalah sarana pencarianku menuju Baitul
Muqoddas , Baitul Makmur , dan Baitul Muharram dalam mencari Allah Yang
Maha Tunggal , berkumpul menjadi satu dalam kenyataan insane kamil
RAHASIA PENYATUAN DHOHIR BATIN DAN MENERIMA PINTU KELUAR MASUK HAWA.
( LUBANG SEMBILAN KETIKA DI BUMI SUCI / RAHIM )
Aku bersaksi , aku ciptaan Allah , sampurna menyatunya dhohir batinku
dengan jalan sembilan yang sebagai penyambungnya adalah sebagai berikut :
• Ketika aku berumur satu bulan , aku diberi hidup oleh Allah untuk menerima sifat ( Bakal menjadi rongga mulut )
• Ketika aku berumur dua bulan , aku diberi warna dhohir – batin oleh
Allah untuk menerima sifat ( Bakal menjadi lubang hidung kanan )
• Ketika aku berumur tiga bulan , aku diberi akal oleh Allah untuk
mengenali jodoh alam , rezeki alam , sebab akibat alam , dan mati
kembalinya alam , hal - hal untuk menerima sifat ( bakal menjadi rongga
mata kanan )
• Ketika aku berumur lima bulan , aku diberi otot oleh Allah untuk menerima sifat ( bakal menjadi rongga mata kiri )
• Ketika aku berumur enam bulan , aku diberi tulang oleh Allah untuk menerima sifat ( bakal menjadi lubang telinga kanan )
• Ketika aku berumur tujuh bulan ,aku diberi rambut , kuku , darah,
daging oleh Allah untuk menerima sifat ( bakal menjadi lubang telinga
kiri )
• Ketika aku berumur delapan bulan , aku disambungkan dengan saudara
empat kelima puser oleh Allah untuk menerima sifat ( bakal menjadi
lubang anus / dubur )
• Ketika aku berumur sembilan bulan , aku diberi cipta , rasa , karsa
oleh Allah , untuk menerima sifat bakal menjadi lubang kemaluan ( jalan
depan ). Setelah itu diatur dalam singgasana hidupku untuk menjaga
badanku , mengolah akalku - budiku – hatiku serta menghiasi jiwaku ,
menata rasaku, memperindah cahayaku , memasuki kerajaan hidupku kemudian
kubawa semuanya untuk menjalani hidupku. Setelah itu keluarlah aku dari
bumi suci ( rahim ) untuk menjalani hidup mulia dan menerima kepastian
Allah guna menikmati hidup yang tanpa kekurangan , sejalan dengan itu
aku bersyukur kepada Allah dalam mengabdikan hidup yang benderang.
“ Inna kholaqnal insaana min nuthfatiin amsyajin nabtaliihi fajaa’lnahu samia’n bashiiroon “
“ Sesunguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang
bercampur , yang kami hendak mengujinya ( dengan perintah dam larangan )
, karena itu Kami jadikan ia mendengar dan melihat “
MEMASUKI ALAM BADAN
wahai Tuhan ku Yang Maha Mulia , aku menerima kehendak – Mu atas
kemulian badanku dan bersaksi pada apa yang telah Engkau satukan dalam
dhohir batin ku. Ku buka pintu hidupku , memasuki hidup dalam singgasana
– Mu :
ku buka pintu hidupku ( ubun – ubun )
memasuki daya ciptraku ( Otak )
kuwarnai dengan keinginanku , ( pernik )
menghiasinya dengan pengertianku ( budi pekerti )
menjelaskannya pada indraku
( Penglihatan , pendengaran , pengucapan , peciuman , dan peraba )
semua kuatur dalam nafas muliaku
meresapinya mendamai qolbu ku , menerima pengulangan keraguan hidupku
ku kumpulkan dalam jantungku , meyakini kodrat irodatku
memuja dan memujinya dalam jiwaku
menduduki rasa pengakuanku dalam tahta singgasana- Mu
*****
tunai lah sudah kebahagianku
kewajiban badan ku , menurunkan keturunan
mengawalinya dengan kehendak cipta rasaku ( Pringsilan )
merestui hasrat mustika suciku ( Kemaluan )
menyediakan tempat rahasia-Mu ( Mani )
menyatukan unsur ciptaan-Mu ( Tanah , Api , Angin , Air )
mewujudkan wujud keturunanku
sekembalinya aku dari singgasana-Mu, aku merestui anak keturunanku
menunjukkan jalan mudah bersama-Mu, membisikkan ketetapan-Mu . “
Sekarang selamat , besok selamat, sekarang mulia , besuk mulia ,
sekarang hidup besuk hidup “
BADAN ISLAM BADAN SEMPURNA
Aku merestui , sesungguhnya badanklu badan islam ( selamat ) , didalam
badanku yang islam ada akal – budi – hati yang bening , dan di dalamnya
ada tempat pengertian keselamatanku antara lain :
• Iman . aku beriman bukan karena paksaan , yang mengimankan badan ,
yang mengimani batin akan Allah Yang Maha Nyata. Merasa tidak berpisah
dengan Allah , terang tidak ada batas. Sempurna rasa badan dan jiwa , ya
badan ya jiwa , ya jiwa ya badan. Bersatu sempurna bersama Ruhullah ,
Ruhullah menyatu dengan Dzat-Nya . nikmat dunia akherat bersama Allah
• Tauhid : Aku meng esakan Allah yang mentauhidkan badanku , yang
ditauhiti batin dalam ke Esaan Allah. Rasa menyatu dalam sepanjang hidup
, tunggal rasa dengan jiwa , tidak ada bedanya. Tunggal Dzat , sifat ,
asma , af’al. menyatu jadi sifatnya tauhid. Rasa hidupku menyatu dalam
Dzat Yang Maha Tunggal. Badan terbuka keluar cahaya , merasakan rasa di
dalam rasa hidupku. Bukan rasa apa – apa , hanya rasa hidup bersama Yang
Maha Tunggal.
• Ma’rifat : Aku mengetahui apa yang harus aku ketahui. Yang
mengetahui badanku , yang diketahui batinku , dalam pengetahuan Allah
Yang Maha Mengetahui. Karena sesungguhnya yang memberi tahu itu sudah
ada dalam diriku , dan apa yang ingin aku ketahui sudah ada dalam
diriku. Tidak akan berpisah pengetahuan itu , siang , malam waspada
dalam mengetahui. Dhohir batin membuka apa yang di ketahui. Sempurna
pengetahuanku apabila sudah nyata apa yang kulihat itu adalah Nur
Muhammad , Nur yang yang sebagai rahasianya Allah , diakui Sirrullah ,
di namakan Nurullah. Terang benderang menyinari alam semesta. Sempurna
ma’rifatku dengan tidak ada halanganku sendiri.
• Islam : Selamat Dzohir batinku, pasrah tanpa menyerah. Selamat
dalam siang dan malam , yang bersahadat ya dhohir ya batin , yang shalat
ya dhohir ya bathin , yang puasa ya dhohir ya batin , yang zakat ya
dhohir ya batin , yang haji ya dhohir ya batin. Sahadat pengetahuan suci
, sholat tanpa batas , zakat tidak mengenal waktu , puasa awas kepada
adanya Allah , haji tidak pernah merasa berpisah dengan Allah. Dhohir
batin nyatanya islam ( selamat ). Aku sesungguhnya badan islam , islam
sesungguhnya ya badanku. Hidup selamat tanpa halangan.
MA’RIFATNYA BADAN
Menyatu dalampengertianku , ma’rifat itu tidak ada pisahnya. Alam
semesta ini tunggal dengan diriku , sebadan , senyawa , sekulit ,
sedaging , ya sehati , ya serasa. Menyatu dalam alam Hidayatullah.
Dengan kuasa Allah menyatu dalam wujud Insan Kamil.
DELAMAKAN / TELAPAK KAKI
( DEDALAN MARING KEBECIKAN / JALAN MENUJU KEBAIKAN )
Laillahaillallah : aku menyatu dengan kekuasaan Allah. Sesungguhnya apa
yang di bumi ini , api , air , batu , tumbuhan , hewan , semuanya
merasuk menyatu pada telapak kakiku. Bijaksanan didalam perbuatanku (
af,al ) , diakui alam Nasut.
WUDEL / PUSER ( WUJUDNYA DEDALAN HIDUP / WUJUD ADANYA HIDUP )
Lamaujuda illallah : Aku menyatu dengan keperkasaan Allah. Sesungguhnya
apa saja yang di alam raya ini , baik itu matahari , bulan , bintang ,
mega , hujan , kilat , halilintar , semuanya menyatu merasuk sejiwa di
dalam pusarku. Bijaksana didalam penamaan ( asma ) , diakui alam
malakut.
DADA ( DAERAHE DAT / DAERAHNYA DAT )
Lamahmuda illallah : Aku menyatu dengan kebesaran Allah. Sesungguhnya
segala puja dan puji , ya kalam ya lauhfulmahfud , ya surga ya neraka ,
semua merasuk sejiwa serasa di dalam dadaku. Bijaksana didalam sifatku (
sifat ) , diakui Alam Jabarut.
SIRAH / KEPALA ( SIFATE RAHSA / SIFATNYA RASA )
Lafailla illallah : Aku menyatu dengan Yang Maha Mengenali Diri – Nya ,
memandang keluasan – Nya. Dan aku mengerti adanya hijabul Rahman.
Seluruh keadaan Ghoib ( hidup Halus ) halusnya af’al , halusnya asma ,
halusnya sifat , halusnya alam ketuhanan , semua merasuk sehidup didalam
kepalaku. Dari itu aku menerima adanya dinding Jalalullah , sebagai
tanda bijaksana di dalam pengetahuanku. Bijaksana di dalam hidupku ,
diakui Alam Lahut.
Karena kuasa Allah , seluruhnya menyatu sejiwa di dalam badanku. Adanya
alam kasar dan alam halus ini diadakan hanya karena penciptaanku. Atas
dasar kenyataan itu , aku kuat dalam penyatuan. Sempurna rasa luar
dalamku diliputi Allah , menerima kerajaan Allah yang sudah ada dalam
diriku sendiri.
“ Qul Allahumma ma likal mulki tuktiil mulka man tasyaa “
“ Katakanlah : Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan , Engkau berikan
kerajaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki “ ( Q.S . Ali Imron : 26 )
AF’ALNYA BADAN
Aku berniat menata hidupku , hidup yang sesuai dengan kehendak suciku.
Membuka tanpa ragu kekuatan cipta suciku , untuk memasuki cipta qolbuku ,
menjelaskan prasangka hidup pada nafsu suciku , membimbing jiwa menuju
pada penempatan hidup , merasakannya menunaikan kebenaran rasa hidupku ,
yaitu hidup yang bertahta pada perbuatan hidupku ( syareat ) , bertahta
pada caraku menjalaninya ( tarekat ) , bertahta pada kebenarannya (
hakekat ) uantuk menuju tahta yang Maha Mengatur hidupku. Aku menata
hidupku , ketika aku :
BERDIRI
aku berdiri karena menyatu dengan anasir tanah yang ada di badanku.
Membawa pengertian syare’at ( peraturan hidup ). Bertahta dengan nafsu
Lawwammah , mengatur perbuatanku dalam menjalankan peraturan suci ,
untuk menyatu dengan perbuatan Tuhan Yang Maha sampurna.
RUKU
Aku rukuk karena menyatu dengan anasir api yang ada di badanku. Membawa
pengertian tentang penamaan hidup , dalam mengenali cara kehidupan (
tarekat ). Bertahta dengan nafsu amarah , melaksanakan cara hidup suci.
Mengenali Tuhan Yang Maha Membimbing.
SUJUD
Aku sujud karena menyatu dengan anasir angin yang ada di badanku.
Membawa pengerti kebenaran hidup ( hakekat ). Bertahta dengan nafsu
shufiyah , menjalankan kebenaran menuju kebenaran-Nya , mengenali Tuhan
Yang Maha Benar.
DUDUK
Aku duduk karena menyatu dengan anasir air yang ada di badanku. Membawa
pengertian waspada dalam hidup ini ( Ma’rifat ). Bertahta dengan nafsu
Mutmainah , menyiapkan kewaspadaan , menuju kenyataan hidup. Mengenali
Tuhan Yang Maha Mengawasi.
TIDUR
Aku tidur memasuki alam dalam badan , aku masuk menenangkannya ,
menyadarkan hati untuk menghadap-nya , tenggelam jiwaku mencari-Nya ,
menikmati rahsa hidup bersama-Nya. Damai tidurku bersama Tuhan Yang
Tidak Pernah Tidur.
BANGUN TIDUR
Aku bangun mataku terbuka , membuka kehidupan , menjelaskan pada badan
tentang kesempurnaannya , menenangkan hati untuk siap menghadapi
kenyataan hidup, , menentramankan jiwa menerima kenyataan , mawas diri
terhadap apa yang terjadi , mengenali hidup bersama Tuhan Yang Maha
Menghidupi.
MAKAN
Aku memakan makluk sudah menjadi kehendak Allah. Pertanda adanya Yang
Maha Menciptakan. Sudah menjadi kepastian hidup , ada kehidupan pasti
ada makanan. Semua ini sudah menjadi hukum Allah atas segala
pengakuan-Nya. Yang lama dibarukan , yang baru diakui , yang diakui akan
kembali kepada Yang Maha Mengembalikan. Karena perputaran ini aku
mengikuti dengan tidak ada henti , menerima salam dari Yang Maha
Menciptakan wujud. Menuju wujud yang diakui oleh Allah.
“ Wa thoa hiru a’bdi fahuwa robbaa “
“ Dhohirnya hamba , menunjukkan adanya Allah “
“ Wa bathinul a’bdi fahuwa wujuudullah “
“ Didalam bathinnya hamba itu , ada nya Allah “
aku akui apa yang aku perbuat itu ( makan ) menjadi penyambung
kehidupan. Mengikuti peraturan kehidupan. Menjalankan perputaran anasir
air , angin, api , tanah. Untuk mengikuti perputaran ini aku tidak akan
melawan, karena perlawanan itu adalah penghancur hidupku sendiri. Aku
harus iklas , karena dengan begitu aku mudah menuju wujud yang diakui
oleh Allah.
MINUM
Aku meminum air sudah menjadi keinginanku , menuju tarik – menarik nya
anasir air. Luar dalam saling menarik membutuhkan dan saling melengkapi.
Menandakan adanya Tuhan Yang Maha Memberi. Badan anasir luar dalam
anasir , menyatu tanpa pisah. Badan mencari air , air menghidupkan
badan. Bertemu di dalam badan menjalani kehidupan bersama Yang Maha
Menghidupkan.
NGISING / BUANG AIR BESAR
( NGISI SINGGAHAN / MENGISI BUMI )
Aku duduk mengisi bumi , jatuh tinjaku , ku tinggal di bumi. Menyebar dzatnya menjadi penyubur bumi :
• Tinja yang warna putih jatuh di bumi , berkumpul dengan air bumi,
menjadi daya air bumi , rembes di bumi menjadi pendingin ( awalnya
penyubur ) , diakui cipta jadinya karena makanan yang aku makan
mengandung anasir air , masuk ke dalam tubuhku bertemu daya sempurnyanya
nafsu Muthmainah.
• Tinja yang warna kuning jatuh ke bumi , berkumpul dengan hawa bumi
(angin ) , menjadi daya angin bumi , meresap di bumi menjadi
penyambungnya penyubur. Diakui cipta jadinya karena makanan yang aku
makan mengandung anasir angin masuk ke dalam tubuhku bertemu dengan daya
mulianya nafsu Shufiyah.
• Tinja yang warna merah jatuh ke bumi , berkumpul dengan api bumi,
menjalar di bumi menjadi penguatnya penyubur. Diakui cipta jadinya
karena makanan yang aku makan mengandung anasir api yang masuk ke dalam
tubuhku bertemu daya kuasnya nafsu Amarah.
• Tinja yang warna hitam jatuh ke bumi, berkumpul di bumi, menjadi
daya bumi , merambat di bumi menjadi pendorong pertumbuhan. Diakui cipta
jadinya karena makanan yang aku makan mengandung anasirnya tanah ,
masuk ke dalam tubuhku bertemu daya kuatnya nafsu Lauwwammah.
Aku akui ada hidup ya ada makanan. Sudah menjadi kehendak Allah Yang
Maha Menyuburkan. Dari itu untuk melaksanakan kewajibanku , ketika aku
membuang hajat besar aku harus diam mengheningkan cipta menyadari
kebesaran Allah yang ada pada badanku. Setelah aku membuang hajat besar ,
aku bersihkan dari badanku , sebagai tanda aku tidak pelit dan
bermanfaat sebagai Insan Kamil.
NGUYU / KENCING
NGUYURI YUWO / MUDA KEMBALI
Aku mengeluarkan air ( hajat ) , sudah menjadi kuasa Allah., keluar air empat warna menjadi daya kehidupan bumi :
• air yang warna putih , dayanya mengembalikan kehidupan bumi , yang
tua dilayukan. Diakui cipta jadinya karena menyatunya air luar ( minuman
) dengan air dalamku ( bawaan badan ) , kemudian diterima sempurnanya
Roh Idhofi yang ada dalam tubuhku. Diakui hujan air bani ( Terus
Menurunkan ).
• Air yang warna kuning , dayanya merontokkan kehidupan bumi , yang
layu di rontokkan , diakui cipta jadinya karena menyatu air luar (
minuman ) dengan air dalamku ( bawaan badan ) , kemudian diterima
mulianya Roh Rahmani yang ada di dalam tubuhku. Diakui hujan air Bai’at (
Pengangkatan ).
• Air yang warna merah , dayanya mematikan kehidupan bumi , yang
rontok di matikan. Diakui cipta jadinya karena menyatunya air luar (
minuman ) dengan air dalamku ( bawaan Badan ) , kemudian diterima kuasa
nya Roh Rohani yang ada dalam tubuhku. Diakui hujan air Badri (
Mempercepat ).
• Air yang warna semu hitam , dayanya menumbuhkan kehidupan bumi ,
yang mati di hidupkan kembali ( Yuwa / Muda Kembali ). Diakui cipta
jadinya karena menyatunya air luar ( minuman ) dengan air dalamku (
bawaan badan ) , kemudian diterima kuatnya Roh Jasmani yang ada dalam
tubuhku. Diakui hujan air Ba’ats ( Kebangkitan ).
Demi perintah Allah , aku menjalani perintah tubuhku. Dikala buang hajat
kecil aku mengheningkan cipta murni menyadari kekuatan Allah yang ada
pada tubuhku. Dan setelahnya kubersihkan jangan sampai ada yang
tertinggal , terbawa manfaat apa yang telah menjadi kodrat Insan Kamil.
Aku mengikuti gerak alam ini , ku tahu
Dia-lah penggerak-Nya. Demi persatuaan
yang tak terpisah , Aku membaca nama
Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang di setiap aku mau menjalani
gerak hidup ini ( af’alnya tubuh )
“ Bismillahirrohmanirrohiim “
ASMANYA TUBUH
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan hidupku yang sempurna. Ada
tubuh ada asmanya ( nama ) , ada asma ya nyatanya tubuh. Ya aku asma
tubuh yang nyata diakui oeh Asma Allah. :
• Ya aku wujud kejaten , bertempat pada seluruh tubuhku. Diakui
asmaku Abdul Jamal ( Hamba Allah Yang Indah Rupanya ). Nyata , luar
dalam wujud sampurna diakui oleh Allah.
• Ya aku cipta laksana , bertempat pada akalku. Diakui asmaku Abdul
Khaliq ( Hamba Allah Ynag Mencipta ). Nyata luar dalam ciptanya Allah.
• Ya aku duta jaya , bertempat pada nafsuku. Diakui asmaku Abdul Aziz
( Hamba Allah Yang Maha Perkasa ). Nyata luar dalam geraknya Allah.
• Ya aku Sukma Panawa , bertempat pada jiwaku. Diakui asmaku Abdul
Latif ( Hamba Allah Yang Maha Halus ). Nyata , luar dalam jiwanya Allah.
• Ya aku Tunggal Surahsa , bertempat pada Rasaku. Diakui asmaku Abdul
Hamid ( Hamba Allah Yang Maha Terpuji ). Nyata , luar dalam rasanya
Allah.
• Ya aku Tejo Rahagi , bertempat pada cahaya peneranganku. Di akui
asmaku Abdul Karim ( hamba Allah Yang Maha Mulia ). Nyata , luar dalam
ya Nur nya Allah.
• Ya aku Agung Buwono , bertempat pada hidupku. Diakui asmaku Abdul
Jabar ( Hamba Allah Yang Maha Agung ). Nyat , luar dalam hidupku
sempurna bersama Allah ).
Tiada daya dan kuasa , dhohir batin – luar dalam milik Allah S.W.T.
SOPAN SANTUN HIDUP MEMBAWA ASMA
Tidak ada halangan dalam hidupku untuk menerima kekuasaan Allah ,
menjalani dengan sifatnya Rosulullah , melakukan dengan kelakuannya Bapa
Adam. Sudah menjadi penyatuan dalam hidupku :
1. Jika menyatu dengan Allah. Nyata pengertiku , meresap di dalam
cipta , terbuka di dalam rasa , kumpul dalam kehendak menghadap Allah (
karsa ). Merasa tidak berpisah bersama Allah , terang benderang dalam
Esanya Allah.
2. Jika menyatu dengnan Baginda Rasullallah. Nyata rasaku di dalam
menyaksikan tubuhku yang sempurna dan tidak ragu pada pengetahuan
penciptaan tubuhku. Sempurna hidup tidak berpisah dengan Rasulallah.
3. Jika menyatu dengan Bapa Adam. Nyata , hidupku bermanfaat bagi seluruh alam , dan menjadi asma terpuji :
• Aku menggelar di alam semesta dengan Roh Odhofi , diakui Adam Awal.
Rata menggelar menyatu dengan anasirnya air , menjadi sumbernya alam.
Diasmai Abdul Wahid.
• Aku merambah di alam semesta dengan Roh Rahmani , diakui Adam
Muhyi. Rata merambah menyatu dengan anasir angin, menjadi penghidupan
alam. Diasmai Abdul Muhyi.
• Aku menjalar di alam semesta dengan Roh Rohani , diakui Adam Qahar.
Rata menjalar menyatu dengan anasirnya api , menjadi penentunya alam.
diasmai Abdul Qahhar.
• Aku berada dia alam semesta dengan Roh Jasmani , diakui Adam Akhir.
Rata berada dengan anasirnya Tanah , menjadi perwujudan alam. Diasmai
Abdul Jalil.
• Aku hidup dengan bangsa Adam , hidup tarik menarik dengan
anasirnya : air , angin, api , tanah. Nyata sempurna menurunkan
dzurriyyat Adam ( keturunan ) , diakui Bani Adam. Diasmai Abdullah.
Menyatunya aku dangan Allah , dengan Baginda Muhammad Rosulallah , dengan Bapa Adam. Itulah sejatinya Sopan Santu Hidupku.
SIFATNYA BADAN
Aku hidup membawa badan , menyatakan perbuatannya , memberi nama dari
apa yang telah diketahuinya , mengenali sifat dari apa yang telah di
rasakannya. Jelaslah kenyataanku , aku berbuat dari sifatku , kemudian
aku menjelaskannya dengan memberi nama , sebagai tanda pengenalanku
terhadap apa yang telah aku ketahui dalam sifat dan perbuatanku.
Perbuatanku, sifatku, penamaanku, semua kembali pada arah kehidupan.
Mengikuti kepastian Allah , mengembalikannya pada hidup Allah. Yang
berasal dari Allah akan kembali kepada Allah.
Aku bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan perangkat hidup yang
telah menyatu pada badanku. Demi Insan Kamilku aku menjaga :
MULUT
Aku di beri mulut , dicipta oleh Allah Yang Maha Berbicara. Dijelaskan
penamaan-Nya ( Asma Allah ) , untuk menyampaikankeinginan-Nya.
Dengan ,mulut Insan Kamilku, aku berbicara dengan perasaanku , menyampaikan kebenaran hidup.
Pada mulutku menjadi pintu Lauwwammah , sebagai jalan syare’atku ( Usaha
Hidup ). Membuka kenyataan mengenali Tuhan Yang Maha Menyampaikan ,
atas segala apa yang ia inginkan. Dan aku memasuki alam badanku menemui
hati sanubariku membuka rasa dari apa yang aku bicarakan. ,
menyatukannya dengan rasa kebenaran , menuju haqqullah mencapai
sampurnanya pengucapan.
Bijaksana didalam hidupku , aku menjaga mulutku dari apa yang masuk (
makanan dan minuman ) , dan dari apa yang keluar ( pengucapan ).karena
semua itu menjadi pertaliannya roh , dan bertahta pada roh jasmani.
TELINGA
Aku diberi kuping oleh Allah Yang Maha Mendengar , di jelaskan Rahman Rohiim Allah , untuk mendengarkan kasih sayang-Nya.
Dengan pendengaran Insan Kamilku , aku mendengar dengan perasaanku , menikmaati irama illahi , mengenali Yang Maha Mengajarkan.
Pada telingaku menjadi pintu nafsu amarahku , sebagai jalan mengenali
petunjuk hidupku ( Tarekat ). Membuka kenyataan mengenali Yang Maha
Memberi Tahu, atas segala apa yang telah menjadi penentuan-Nya. Dan aku
memasuki alam badanku menemui hati maknawiku membuka perintah rahsa dari
apa yang telah aku dengar , menyatukannya dengan pemahaman rahsa
hidupku , menuju Haqqul Adam , mencapai pengajaran Tuhan.
Memuliakan di dalam hidupku , aku menjaga pendengaranku , dari tinggi
rendahnya pengucapan. Karena semua itu adalah pendengarn rohku , dan
bertahta pada Roh Rohani.
HIDUNG
Aku diberi hidung , dicipta oleh Allah Yang Maha Mengenalkan. Di
jelaskan yang mulia , untuk mengenali kesempurnaan penciptaan-Nya. Ada
wujud ya ada gerak , ada gerak ya ada bau pengenalan.
Dengan hidung Insan Kamilku , aku mengenali bau kepastian , menikmati rasa pengenalan Tuhan , mengenali Yang Maha Menjadikan.
Pada hidungku menjadi pintu nafsu shufiyahku , sebagai jalan mengenali
kebenaran ( Hakekat ). Membuka kenyataan mengenali Yang Maha Dikenal.
Atas segala apa yang menjadi kehendak-Nya. Dan aku memasuki alam badanku
menemui hati siriku membuka sempurnanya rasa dari apa yang telah aku
kenali. Menyatukannya dengan kepastian rasaku , menuju Yang Maha Pasti ,
mencapai penghirupan akan adanya Tuhan.
Menyempurnakan di dalam dadaku , aku menjaga di dalam penciumanku , dari
bau yang telah menjadi kepastian ( tidak menghina pengenal ). Karena
semua itu penciuman rohku , dan bertahta pada Roh Rahmani.
MATA ( MANUNGGAL DAN NYATA )
Aku diberi mata , dicipta oleh Allah Yang Maha Melihat. Dijelaskan Nur-Nya ( Nurullah ) , untuk melihat kenyataan _ Nya.
Jelaslah sudah aku melihat dengan Yang Maha Melihat. Melihat kenyataan
atas keinginan Allah yang ingin di kenal. Tak samar lagi aku melihat apa
yang telah diinginkan-Nya. Dia ada karena mengadakan kenyataan-Nya .
dia mengadakan karena ingin di ketahui kenyataan-Nya.
هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
3. Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452];
dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.( QS Al – Hadid : 3 )
[1452] Yang dimaksud dengan: yang Awal ialah, yang telah ada sebelum
segala sesuatu ada, yang akhir ialah yang tetap ada setelah segala
sesuatu musnah, yang Zhahir ialah, yang nyata adanya karena banyak
bukti- buktinya dan yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat
zat-Nya oleh akal.
Dengan penglihatan Insan Kamilku, aku melihat dengan pandangan dhohir
batinku. Melihat wujud mengenali penamaan-Nya, di dalam mengenali
penamaan-Nya aku melihat sifat dan keinginan_Nya. Tertata rapi dalam
rahasia-Nya.
Pada mataku menjadi pintu nafsu Muthmainnah , sebagai jalan atas
ma’rifatku. Membuka kenyataan hidup mengenali wajah Allah. Dan aku
masuki alam badanku menemui hati fuadku untuk menyatukan rasa dari apa
yang telah aku lihat , menuju jalullah mencapai indahnya penglihatan.
وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
115. dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Maka kemanapun kamu
menghadap di situlah wajah Allah[83]. Sesungguhnya Allah Maha Luas
(rahmat-Nya) lagi Maha mengetahui.
( Q.S.>Al Baqarah : 115 )
[83] Disitulah wajah Allah maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh
alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui
perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.
mensucikan di dalam hidupku , aku menjaga penglihatanku , dari apa yang
menjadi penglihatanku akan baik buruknya wujud ( Menghormati Ciptaan
Allah ). Karena semua itu adalah penglihatan rohku , dan bertahta pada
Roh Idhofi.
DZATNYA BADAN
Sudah nyata hidup ini , hidup yang nyata dengan Af’al , Asma , Sifat ,
dan Dzat-Nya Allah. Berkembang menjadi tahta hidupku , mengenali
ketetapan Dzat dan kesempurnaan-Nya.
DZAT
Allah adalah asma Dzat , Dzat diberi nama Allah. Suci mulia tidak kecampuran.
DAT
Sudah nyata dan esa dzatullah menciptakan makluk dengan keluasan- Nya.
Dialah yang luar dan di dalam. Dan yang berada pada makluk itu disebut
dat. Jangan salah pengertian yang namanya dat adalah Dzatullah yang
meliputi manusia dan yang berada di dalam diri manuisa.
Dari kenyataan ini , aku menjalankan hidup dengan izin Allah. Tertata rapi menjadi kebiasaan. ( Adate ).
ADATE
Sudah menjadi kebiasaan ( adate ) manusia melakukan kebiasaan. Jangan
samar dan jangan gegabah , manusia hidup harus berhati – hati terhadap
kebiasaan yang dilakukan. Karena ketetapan Dzat itu menjadi hukum hidup
manusia.
Dari kebiasaan ini , aku harus menjalani kebiasaan kepada kebenaran
sesuai dengan hukum Allah. Tertata rapi menjadi hukum kebiasaan (
Pengadatan ).
PENGADATAN
Setelah manusia menjalankan kebiasaan maka manusia itu menularkannya
kepada manusia lainnya. Dan dengan kepastian Allah , hukum kebenaran
kebiasaan itu akan berkumpul dengan sesama merasaknnya. Bertemu dan
menjadi kepastian yang tidak berubah akan kebenaran kebiasaan ( Adat
Istiadat ).
Dari kebenaran kebisaaan ini, aku harus menjaganya, agar terjaga hidupku
dari kebiasaan yang melanggar kebenaran. Tertata rapih menjadi
penjagaan kebenaran. ( Adat Istiadat ).
ADAT ISTIADAT
Sempurnalah sudah pencarian kebenaran, tinggal bagaimana aku
melaksanakan kebenaran. Ku junjung tinggi Insan Kamilku , hormat
menghormati adalah sempurnyanya kebenaran , menjadi martabat
kemanusiaan.
MARTABAT MANUSIA
Hidup adalah kebenaran adalah martabat manusia itu sendiri, dia tidak
rubah dari kebenaran, tetap kuat dalam keyakinan kebenaran, karena jalan
Tuhan itu harus di tempuh dengan sabar dan berhati-hati, untuk menuju
hidup terang bersama Allah.
TERANG
Aku menerangi hidupku dengan jalan Allah, menikmati kebenaran yang telah
menjadi kebiasaan hidupku. Karena sabar dan hati-hati itu akan menjadi
tenang dan teliti. Semua kunikmati dengan teliti. Semua kunikmati demi
kesentosaan hidupku bersama Allah.
SENTOSA
Manusia akan sentosa hidupnya , apabila dia mantap pada ketetapan dan
kenyataan yang dijalaninya, menjadi kepercayaan hidupnya. Tidaklah rubah
kemantapan dan kepercahyaannya , menyadarkan diri terhadap apa yang
dialaminya ( Ma’rifat )
MA’RIFAT
Manusia yang sudah ma’rifat itu tandanya mantap. Kemantapan yang berasal
dari pasnya pemusatan dan kesadaran hidup. Dari itulah manusia harus
berusaha terus menerus memahami kesadaran hidup , mawas diri menjaga
waspada.
MANUSIA MA’RIFAT DZAT
Apabila manusia sudah menyatu dengan kesadarannya maka manusia itu akan
menjadi waspada pada kesadaran keumuman dan waspada terhadap semesta
alam. karena kesadaran itu berasal dari pasnya perhatian di dalam diam
dan pengheningan cipta dan kewaspadaan itu berasal dari pasnya rasa
kesadaran.
Kemana saja tidaklah rubah , terang pikirannya , mantap kepercayaanya
(Iman ) , nikmat rasa hidupnya. Dan kesaksiannya menyatakan “ Hidup
Tidak Kekurangan ( Syukur ) , dan Hidup Tanpa Halangan ( Yakin ) “.
Hidup murni tanpa kecampuran.
Sejatinya rasa hidup itu berasal dari ketenangan yang pas , di dalam
ketenangan yang pas itu ada kesadaran yang pas , di dalam kesadaran yang
pas itu ada rasa hidup yang tidak kekurangan , dan didalam rasa yang
tidak kekurangan itu ada “ Hidayatullah “ , yaitu Nikmat Hidup yang pas
bersama Allah menerima sejatinya “ Ni’matullah “. Berawal dari takjub
kepada Allah , menjadi adanya diam tidak bersuara , tenang tanpa
gangguan melompong tanpa kosong.
“ Jangan melihat kalau masih samar
, Jangan mendengar kalau masih tuli , Jangan bernafars kalau masih
belum merasa hidup bersama Allah , Jangan marah kalau belum mengerti
karena bisu tidak mampu mengucapkan alif “.
Wassalam