Selasa, 30 Mei 2017

APAKAH GEN PKI BISA MENURUN PADA ANAKNYA

Sekarang ini kita semakin disibukkan oleh pernyataan tentang keturunan PKI dan banyak orang menyerang lawan baik politik dagang dan lainnya dengan mengatas namakan PKI. apakah gen PKI itu dapat menurun ke anak cucunya ? sebenarnya PKI itu apa ? organisasi, keyakinan, atau idiologi ? sementara Nabi saja tidak bisa menurun kepada keturunannya. kalau anaknya jelek tidak berarti dia benar sebab keturunan nabi. kalau dia anak ustadz pasti baik sebab dia keturunan ulama. kalau dia anak bajingan walaupun baik dia tetap anak bajingan dan pasti jahat walaupun pemikiran dan prilakunya sungguh sangat baik. manusia itu menilai dari apa ? sementara nabi saja seandainya fatimah binti muhammad mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tangannya. jadi nabi tidak menjamin bahwa keturunannya pasti orang baik. seperti halnya nabi ibrahimpun juga sama meminta seluruh keturunannya jadi orang yang baik tetapi allah tidak menerimannya. sebab manusia itu mempunyai garis yang berbeda walaupun dia berasal dari lumpur jika memang emas dia akan tetap emas dan walaupun dia bercampur dengan nasi tetapi kalau dia tai ya haur dibuang. tetapi kita kadang menghakimi bahwa kita adalah orang bersih orang suci dan menganggap orang lain adalah jelek dan jahat sebab bapaknya. dosomuko itu seorang begawan wisrowo namanya tetapi karena doso muko itu menyimpang dari kebenaran walaupun dia sakti dan masih mempunyai sifat santri sekalipun dia dianggap jahat sebab  kerakusan dan ketamakan yang diperbuat. jadi manusia itu mempertanggungjawabkan pribadinya masing - masing tidak ada keturunan. allah pun tidak menerima  manusia berdasarkan keturunan. tetapi manusia harus mempertanggungjawabkan amal perbuatannya sendiri - sendiri. dari mana kita menghakimi manusia dengan keturunan ? apakah kalau bapaknya jenderal pasti anaknya akan jadi jenderal kalau bapaknya pemulung pasti anaknya pemulung. jangan menghakimi manusia dengan keturunan orang tuanya. setiap manusia itu bisa berubah dan mempunyai pola hidupnya sendiri - sendiri.

Minggu, 09 Oktober 2016

Jika aku sesat adalah untuk diriku sendiri



Allah berfirman dalam surah “ Saba : 34 : 50 “
Katakanlah : “ Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh Dia Maha Mendengar Maha Dekat “
Banyaknya permasalahan yang timbul didalam masyarakat saat ini kita harus berani mengambil sikap dengan tegas sesuai dengan keyakinan yang telah kita miliki untuk melangkah dalam mengabdi kepada Allah SWT. Dalam ketegasan ini kita harus yakin dengan seyakin – yakinnya dengan apa yang telah kita pilih sehingga kita tidak aka nada rasa penyesalan dikemudian hari. Jangan berpedoman pada : kelompok, organisasi, teman, guru, kyai, ustadz ataupun yang lainnya kecuali keyakinan berdasarkan al qur’an dan hadist nabi saw. Oleh karena itu kita harus mengerti benar apa yang kita pilih berdasarkan dalil dan pemikiran yang logis dan bisa dicerna dengan akal. Sebab agama itu akal dan hati. Kalau masih bisa dinalar harus ketemu dengan pemikiran yang benar dan bisa dicerna tetapi kalau sudah tidak bisa dicerna dengan akal kita pasrah kepada Allah yang telah menentukan segala sesuatu dengan maknanya. Apapun keputusan yang aku ambil adalah untuk diriku sendiri bukan untuk manusia lain. Dan allah akan memberikan ganjaran atau balasan siksa itu kehendak Nya. Jadi kamu tidak berhak memaksa seseorang dalam menentukan pilihan sebab dengan memaksa berarti aku tidak beribadah kepada Allah tetapi aku percaya kepada manusia.

Selasa, 28 Juni 2016

MEMBACA AL QURAN

Membaca Al Quran merupakan kewajiban bagi seorang muslim untuk bisa berkomunikasi dengan Allah dan mengetahui semua perintah dan larangan agar kita mendapatkan jalan hidup yang benar dan diridhoi Allah SWT. Oleh karena itu membaca Al Quran bukan hanya dilakukan dibulan Suci Ramadhan saja, namun harus dilakukan setiap hari bahkan setiap waktu kita  harus membaca walaupun hanya satu ayat, bahkan mungkin hanya satu huruf. Sebab dengan membaca Al Quran kita akan mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sehingga kita akan mengerti tentang arti hidup dan kehidupan ini secara benar.

Memang didalam bulan Suci Ramadhan lebih ditingkatkan dalam membaca Al Quran sebab pada bulan Ramadhan allah memberikan pahala yang sangat luar biasa besarnya dan membaca Al Quran pada bulan Ramadhan seakan kita sebagai pelaku penerima wahyu sehingga dalam keadaan perut yang kosong karena puasa disiang hari, dimana tidak ada yang dipikirkan kecuali zikir mengagungkan Asma Allah, hati kita akan mudah menerima Nur Illahi sehingga cahaya kebenaran akan semakin bersinar dalam dada ini.


Bila kita telah mampu menangkap getar Illahi dan berkomunikasi dengan Allah maka dalam setiap langkah kita akan dituntun oleh Cahaya Nya, sehingga dalam menghadapi hidup ini kita tidak akan merasa takut selain Allah SWT.

Rabu, 11 November 2015

BERIMAN KEPADA AL QUR’AN

Beriman kepada Al Qur’an adalah percaya kepada firman Allah sebagai petunjuk hidup. Al Qur’an sebagai wahyu Allah akan menyelamatkan hidup manusia baik di dunia maupun di akherat bagi orang – orang yang beriman. Namun bagi manusia yang tidak beriman bila menggunakan pedoman Al Qur’an untuk hidupnya maka dia akan selamat di dunianya, akheratanya walahualam.

Dan bagi manusia yang tidak percaya bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk hidup maka mereka akan mendapatkan azab dari Allah yang sangat pedih.

Allah berfirman :
هٰذَا    هُدًى    ۖ    وَالَّذِينَ    كَفَرُوا۟    بِـَٔايٰتِ    رَبِّهِمْ    لَهُمْ    عَذَابٌ    مِّن    رِّجْزٍ    أَلِيمٌ    ﴿الجاثية:١١﴾

Ini (Al Quran) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih. Al Jaatsiyah:11 ﴿

Al Qur’an yang merupakan wahyu Allah sangat cocok sebagai petunjuk / pedoman hidup bagi manusia sepanjang massa, sebab kandungan Al Qur’an sangat fleksibel  bisa dipaham oleh semua lapisan masyarakat baik orang bodoh maupun ilmuwan, baik rakyat maupun pejabat, baik orang mlarat maupun konglomerat, baik orang awam maupun bangsawan. Jadi Al Qur’an bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat berdasarkan pemahaman mereka semua.

Kandungan Al Qur’an sebagai : petunjuk, obat, dan pembeda, kalau kita mampu memahami Al Qur’an dengan keyakinan yang mantap niscaya kita akan mampu menyelesaikan semua permasalahan hidup tanpa harus merasa ketakutan dan was – was. Sebab Allah yang akan menuntun setiap hati manusia yang telah mengamalkan Al Qur’an.

Dengan Al Qur’an hidup kita akan tertata berdasarkan bimbingan Allah langsung sehingga akan kita temui ketenangan, kedamaian, selalu bersyukur, dan iklas dalam menerima semua yang terjadi dalam hidup ini. Dengan Al Qur’an kita akan menjadi orang – orang yang beruntung.

Amiin ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Selasa, 10 November 2015

BALASAN ORANG BERIMAN

Orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan sabar dalam menjalankan perintah Allah mereka akan mendapat ganjaran yang tinggi di hadapan Allah dengan mendapatkan sorga yang mengalir dibawahnya sungai – sungai, mereka kekal di dalamnya dan itulah sebaik – baik balasan bagi orang – orang yang beriman.

Apakah kita orang beriman ? bila kita orang beriman ucapkanlah Alhamdulillah sebab kita akan mendapat jaminan dari Allah yang sangat besar. Namun untuk meraih itu tidak mudah perlu ketaatan dalam beribadah kepada Allah dan sabar dalam menjalani hidup ini.


Mari kita raih janji Allah dengan mengiklaskan hidup ini untuk beribadah kepada Allah semata. Sabar dalam menerima ujian dan cobaan baik senang maupun susah. 

Minggu, 08 November 2015

ALLAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI

Allah berfirman :

اللَّهُ    نُورُ    السَّمٰوٰتِ    وَالْأَرْضِ   ۚ    مَثَلُ    نُورِهِۦ    كَمِشْكَوٰةٍ    فِيهَا    مِصْبَاحٌ    ۖ    الْمِصْبَاحُ    فِى    زُجَاجَةٍ    ۖ    الزُّجَاجَةُ    كَأَنَّهَا    كَوْكَبٌ    دُرِّىٌّ    يُوقَدُ    مِن    شَجَرَةٍ    مُّبٰرَكَةٍ    زَيْتُونَةٍ    لَّا    شَرْقِيَّةٍ    وَلَا    غَرْبِيَّةٍ    يَكَادُ    زَيْتُهَا    يُضِىٓءُ    وَلَوْ    لَمْ    تَمْسَسْهُ    نَارٌ    ۚ    نُّورٌ    عَلَىٰ    نُورٍ    ۗ    يَهْدِى    اللَّهُ    لِنُورِهِۦ    مَن    يَشَآءُ    ۚ    وَيَضْرِبُ    اللَّهُ    الْأَمْثٰلَ    لِلنَّاسِ    ۗ    وَاللَّهُ    بِكُلِّ    شَىْءٍ    عَلِيمٌ    ﴿النور:٣٥﴾

Yang artinya :

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. An Nuur:35 )

Cahaya adalah kehidupan, tanpa cahaya tidak ada kehidupan. Manusia tanpa cahaya tidak ada kehidupan,gelap gulita tidak mampu melihat. Cahaya hakiki adalah cahaya Allah maka adanya kehidupan ini sebab adanya Allah. Tanpa Allah tidak ada kehidupan. Allah adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Dia ingin dikenal maka dia ciptakan makluk untuk mengenal dan memuji Nya. Dia ciptakan seluruh alam dan segala isinya untuk makluk yang disayangi yaitu manusia.

Manusia yang tidak mempunyai cahaya Allah akan buta hatinya walaupun hidup tidak bermakna, sebab hidupnya laksana binatang atau tumbuhan yang hanya sekedar menuruti nafsu,  tidak mempunyai arti selain tumbuh dan makan. Walaupun dalam kehidupan di dunia mungkin dia dapat dikatakan orang hebat dengan ilmu dan hartanya dan kedudukannya. Namun secara hakiki mereka itu mati sebab tidak ada cahaya Allah di dalam dadanya. Hatinya dikuasai oleh nafsu, sehingga yang terjadi adalah angkara murka, keserakahan, sombong, takabur dan sifat – sifat yang bertentangan dengan perintah Allah.

Manusia yang tidak mempunyai iman akan merugi nanti di hari akhir, walaupun di dunianya dia hidup dengan penuh  kemewahan, keberhasilan masalah duniawi, mendapat pujian dan dikatan orang hebat, namun tidak lebih dari “ Fir’aun, Qorun, ataupun Haman “.


Maka carilah cahaya Allah untuk bekal kembali keharibaan Allah. Tanpa adanya cahaya Allah dalam diri kita, kita tidak akan menemukan cahaya nanti di alam kubur yang gelapnya tidak ada bandingnya. Yang mampu menerangi alam kubur hanyalah cahaya Allah. Kalau kita tidak beriman kepada Allah kepada siapa kita akan meminta cahaya di alam kubur ? sungguh mengerikan !!!

Jumat, 06 November 2015

PENGERTIAN LANGIT DAN BUMI

Langit dan bumi adalah dua alam yang berbeda yang ditempati oleh makluk yang berbeda. Langit dihuni oleh bangsa ghoib dan bumi dihuni oleh bangsa manusia dan semua makluk yang berbadan kasar, beserta seluruh perangkatnya.

Namun kadang pengertian langit dan bumi menjadi samar keadaannya dimana bumi adalah tempat yang rendah yang dihuni manusia dan langit adalah atas yang kita lihat sebagai awan yang dihiasi benda – benda angkasa seperti : matahari, bulan dan bintang serta gugusan planet yang menjadi kesatuan alam.

Padahal Allah telah menerangkan dalam banyak firman Nya bahwa langit dan bumi adalah dua tempat yang berbeda yang mempunyai dimensi lain. Allah mengatur segala urusannya di langit. langit dalam pengertian ini bukan atas yang kita lihat sebagai awan tetapi langit adalah dunia lain selain bumi.

Allah berfirman :

دَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَآءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا 
تَعُدُّونَ ﴿السجدة:٥﴾ 

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. As Sajdah:5 ﴿

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ ﴿البقرة:١۰٧﴾

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. Al Baqarah:107 ﴿

بَدِيعُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ﴿البقرة:١١٧﴾

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia. Al Baqarah:117 )


Dengan kenyataan itu langit dan bumi adalah dua  alam yang berbeda yang mempunyai fungsi yang berbeda pula.