Sekarang ini kita semakin disibukkan oleh pernyataan tentang keturunan PKI dan banyak orang menyerang lawan baik politik dagang dan lainnya dengan mengatas namakan PKI. apakah gen PKI itu dapat menurun ke anak cucunya ? sebenarnya PKI itu apa ? organisasi, keyakinan, atau idiologi ? sementara Nabi saja tidak bisa menurun kepada keturunannya. kalau anaknya jelek tidak berarti dia benar sebab keturunan nabi. kalau dia anak ustadz pasti baik sebab dia keturunan ulama. kalau dia anak bajingan walaupun baik dia tetap anak bajingan dan pasti jahat walaupun pemikiran dan prilakunya sungguh sangat baik. manusia itu menilai dari apa ? sementara nabi saja seandainya fatimah binti muhammad mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tangannya. jadi nabi tidak menjamin bahwa keturunannya pasti orang baik. seperti halnya nabi ibrahimpun juga sama meminta seluruh keturunannya jadi orang yang baik tetapi allah tidak menerimannya. sebab manusia itu mempunyai garis yang berbeda walaupun dia berasal dari lumpur jika memang emas dia akan tetap emas dan walaupun dia bercampur dengan nasi tetapi kalau dia tai ya haur dibuang. tetapi kita kadang menghakimi bahwa kita adalah orang bersih orang suci dan menganggap orang lain adalah jelek dan jahat sebab bapaknya. dosomuko itu seorang begawan wisrowo namanya tetapi karena doso muko itu menyimpang dari kebenaran walaupun dia sakti dan masih mempunyai sifat santri sekalipun dia dianggap jahat sebab kerakusan dan ketamakan yang diperbuat. jadi manusia itu mempertanggungjawabkan pribadinya masing - masing tidak ada keturunan. allah pun tidak menerima manusia berdasarkan keturunan. tetapi manusia harus mempertanggungjawabkan amal perbuatannya sendiri - sendiri. dari mana kita menghakimi manusia dengan keturunan ? apakah kalau bapaknya jenderal pasti anaknya akan jadi jenderal kalau bapaknya pemulung pasti anaknya pemulung. jangan menghakimi manusia dengan keturunan orang tuanya. setiap manusia itu bisa berubah dan mempunyai pola hidupnya sendiri - sendiri.
Selasa, 30 Mei 2017
Minggu, 09 Oktober 2016
Jika aku sesat adalah untuk diriku sendiri
Allah berfirman dalam surah “ Saba : 34 : 50 “
Katakanlah : “ Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat
untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa
yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh Dia Maha Mendengar Maha Dekat “
Banyaknya permasalahan yang timbul didalam masyarakat saat ini kita harus berani mengambil sikap
dengan tegas sesuai dengan keyakinan yang telah kita miliki untuk melangkah
dalam mengabdi kepada Allah SWT. Dalam ketegasan ini kita harus yakin dengan
seyakin – yakinnya dengan apa yang telah kita pilih sehingga kita tidak aka nada
rasa penyesalan dikemudian hari. Jangan berpedoman
pada : kelompok, organisasi, teman, guru, kyai, ustadz ataupun yang lainnya
kecuali keyakinan berdasarkan al qur’an dan hadist nabi saw. Oleh karena itu
kita harus mengerti benar apa yang kita pilih berdasarkan dalil dan pemikiran
yang logis dan bisa dicerna dengan akal. Sebab agama itu akal dan hati. Kalau masih
bisa dinalar harus ketemu dengan pemikiran yang benar dan bisa dicerna tetapi
kalau sudah tidak bisa dicerna dengan akal kita pasrah kepada Allah yang telah
menentukan segala sesuatu dengan maknanya. Apapun keputusan yang aku ambil
adalah untuk diriku sendiri bukan untuk manusia lain. Dan allah akan memberikan
ganjaran atau balasan siksa itu kehendak Nya. Jadi kamu tidak berhak memaksa
seseorang dalam menentukan pilihan sebab dengan memaksa berarti aku tidak
beribadah kepada Allah tetapi aku percaya kepada manusia.
Selasa, 28 Juni 2016
MEMBACA AL QURAN
Membaca Al Quran merupakan kewajiban bagi seorang muslim untuk
bisa berkomunikasi dengan Allah dan mengetahui semua perintah dan larangan
agar kita mendapatkan jalan hidup yang benar dan diridhoi Allah SWT. Oleh karena
itu membaca Al Quran bukan hanya dilakukan dibulan Suci Ramadhan saja, namun
harus dilakukan setiap hari bahkan setiap waktu kita harus membaca walaupun hanya satu ayat, bahkan
mungkin hanya satu huruf. Sebab dengan membaca Al Quran kita akan mampu
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sehingga kita akan
mengerti tentang arti hidup dan kehidupan ini secara benar.
Memang didalam bulan Suci Ramadhan lebih ditingkatkan dalam
membaca Al Quran sebab pada bulan Ramadhan allah memberikan pahala yang sangat
luar biasa besarnya dan membaca Al Quran pada bulan Ramadhan seakan kita
sebagai pelaku penerima wahyu sehingga dalam keadaan perut yang kosong karena
puasa disiang hari, dimana tidak ada yang dipikirkan kecuali zikir mengagungkan
Asma Allah, hati kita akan mudah menerima Nur Illahi sehingga cahaya kebenaran
akan semakin bersinar dalam dada ini.
Bila kita telah mampu menangkap getar Illahi dan
berkomunikasi dengan Allah maka dalam setiap langkah kita akan dituntun oleh Cahaya
Nya, sehingga dalam menghadapi hidup ini kita tidak akan merasa takut selain Allah
SWT.
Rabu, 11 November 2015
BERIMAN KEPADA AL QUR’AN
Beriman kepada Al Qur’an adalah percaya kepada firman Allah
sebagai petunjuk hidup. Al Qur’an sebagai wahyu Allah akan menyelamatkan hidup
manusia baik di dunia maupun di akherat bagi orang – orang yang beriman. Namun
bagi manusia yang tidak beriman bila menggunakan pedoman Al Qur’an untuk
hidupnya maka dia akan selamat di dunianya, akheratanya walahualam.
Dan bagi manusia yang tidak percaya bahwa Al Qur’an sebagai
petunjuk hidup maka mereka akan mendapatkan azab dari Allah yang sangat pedih.
Allah berfirman :
هٰذَا هُدًى
ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايٰتِ
رَبِّهِمْ لَهُمْ عَذَابٌ مِّن
رِّجْزٍ أَلِيمٌ ﴿الجاثية:١١﴾
Ini (Al Quran) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir
kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih. ﴾
Al Jaatsiyah:11 ﴿
Al Qur’an yang merupakan wahyu Allah sangat cocok sebagai
petunjuk / pedoman hidup bagi manusia sepanjang massa, sebab kandungan Al Qur’an
sangat fleksibel bisa dipaham oleh semua
lapisan masyarakat baik orang bodoh maupun ilmuwan, baik rakyat maupun pejabat,
baik orang mlarat maupun konglomerat, baik orang awam maupun bangsawan. Jadi Al
Qur’an bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat berdasarkan pemahaman mereka
semua.
Kandungan Al Qur’an sebagai : petunjuk, obat, dan pembeda,
kalau kita mampu memahami Al Qur’an dengan keyakinan yang mantap niscaya kita
akan mampu menyelesaikan semua permasalahan hidup tanpa harus merasa ketakutan
dan was – was. Sebab Allah yang akan menuntun setiap hati manusia yang telah
mengamalkan Al Qur’an.
Dengan Al Qur’an hidup kita akan tertata berdasarkan
bimbingan Allah langsung sehingga akan kita temui ketenangan, kedamaian, selalu
bersyukur, dan iklas dalam menerima semua yang terjadi dalam hidup ini. Dengan Al
Qur’an kita akan menjadi orang – orang yang beruntung.
Selasa, 10 November 2015
BALASAN ORANG BERIMAN
Orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan sabar dalam
menjalankan perintah Allah mereka akan mendapat ganjaran yang tinggi di hadapan
Allah dengan mendapatkan sorga yang mengalir dibawahnya sungai – sungai, mereka
kekal di dalamnya dan itulah sebaik – baik balasan bagi orang – orang yang
beriman.
Apakah kita orang beriman ? bila kita orang beriman
ucapkanlah Alhamdulillah sebab kita akan mendapat jaminan dari Allah yang
sangat besar. Namun untuk meraih itu tidak mudah perlu ketaatan dalam beribadah
kepada Allah dan sabar dalam menjalani hidup ini.
Mari kita raih janji Allah dengan mengiklaskan hidup ini
untuk beribadah kepada Allah semata. Sabar dalam menerima ujian dan cobaan baik
senang maupun susah.
Minggu, 08 November 2015
ALLAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI
Allah berfirman :
اللَّهُ نُورُ
السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ
نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا
مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِى
زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا
كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن
شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ
لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ
يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ
لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ
نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ
يَهْدِى اللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن
يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ
الْأَمْثٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ
بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ﴿النور:٣٥﴾
Yang artinya :
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan
cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya
ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang
(yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang
berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu)
dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir
menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis),
Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah
memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu. ﴾ An Nuur:35 )
Cahaya adalah kehidupan, tanpa cahaya tidak ada kehidupan. Manusia
tanpa cahaya tidak ada kehidupan,gelap gulita tidak mampu melihat. Cahaya hakiki
adalah cahaya Allah maka adanya kehidupan ini sebab adanya Allah. Tanpa Allah
tidak ada kehidupan. Allah adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Dia ingin
dikenal maka dia ciptakan makluk untuk mengenal dan memuji Nya. Dia ciptakan
seluruh alam dan segala isinya untuk makluk yang disayangi yaitu manusia.
Manusia yang tidak mempunyai cahaya Allah akan buta hatinya walaupun
hidup tidak bermakna, sebab hidupnya laksana binatang atau tumbuhan yang hanya
sekedar menuruti nafsu, tidak mempunyai
arti selain tumbuh dan makan. Walaupun dalam kehidupan di dunia mungkin dia
dapat dikatakan orang hebat dengan ilmu dan hartanya dan kedudukannya. Namun
secara hakiki mereka itu mati sebab tidak ada cahaya Allah di dalam dadanya. Hatinya
dikuasai oleh nafsu, sehingga yang terjadi adalah angkara murka, keserakahan,
sombong, takabur dan sifat – sifat yang bertentangan dengan perintah Allah.
Manusia yang tidak mempunyai iman akan merugi nanti di hari
akhir, walaupun di dunianya dia hidup dengan penuh kemewahan, keberhasilan masalah duniawi,
mendapat pujian dan dikatan orang hebat, namun tidak lebih dari “ Fir’aun,
Qorun, ataupun Haman “.
Maka carilah cahaya Allah untuk bekal kembali keharibaan Allah.
Tanpa adanya cahaya Allah dalam diri kita, kita tidak akan menemukan cahaya
nanti di alam kubur yang gelapnya tidak ada bandingnya. Yang mampu menerangi
alam kubur hanyalah cahaya Allah. Kalau kita tidak beriman kepada Allah kepada
siapa kita akan meminta cahaya di alam kubur ? sungguh mengerikan !!!
Jumat, 06 November 2015
PENGERTIAN LANGIT DAN BUMI
Langit dan bumi adalah dua alam yang berbeda yang ditempati
oleh makluk yang berbeda. Langit dihuni oleh bangsa ghoib dan bumi dihuni oleh
bangsa manusia dan semua makluk yang berbadan kasar, beserta seluruh
perangkatnya.
Namun kadang pengertian langit dan bumi menjadi samar keadaannya dimana bumi adalah tempat yang rendah yang dihuni manusia dan langit
adalah atas yang kita lihat sebagai awan yang dihiasi benda – benda angkasa
seperti : matahari, bulan dan bintang serta gugusan planet yang menjadi kesatuan
alam.
Padahal Allah telah menerangkan dalam banyak firman Nya
bahwa langit dan bumi adalah dua tempat yang berbeda yang mempunyai dimensi
lain. Allah mengatur segala urusannya di langit. langit dalam pengertian ini
bukan atas yang kita lihat sebagai awan tetapi langit adalah dunia lain selain
bumi.
Allah berfirman :
دَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَآءِ إِلَى
الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا
تَعُدُّونَ ﴿السجدة:٥﴾
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan)
itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu. ﴾ As Sajdah:5 ﴿
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ
السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ
﴿البقرة:١۰٧﴾
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi
adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun
seorang penolong. ﴾ Al Baqarah:107 ﴿
بَدِيعُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا
قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ﴿البقرة:١١٧﴾
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak
(untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:
"Jadilah!" Lalu jadilah ia. ﴾ Al
Baqarah:117 )
Dengan kenyataan itu langit dan bumi adalah dua alam yang berbeda yang mempunyai fungsi yang
berbeda pula.
Langganan:
Postingan (Atom)